Judul
Chapter 13: Tangga Ke Surga (怩ćœăžăźéæź”, Tengoku e no Kaidan)
Penerjemah
OrganicDinosaur dan Narutonian
Info Penting :
- Silahkan lihat daftar isinya disini
- Novel Kakashi Hiden menggunakan penomoran Novel Fisik, Total Novel Kakashi Hiden ada 224 Halaman.
- Chapter 13 ini cukup panjang, ada beberapa bagian yang tidak diterjemahkan secara langsung (Japan>Eng>Indo) untuk mempercepat.
Halaman 182 - 183
Kakashi masih memeluk Kahyo di dadanya untuk menghalangi pandangnya terhadap Rahyo yang telah jatuh dari Tobishachimaru). Ia sedih karena ia telah kehilangan kakaknya, Kahyo meninju-ninju dada Kakashi. Kahyo menelungkupkan wajahnya di dada Kakashi, dengan leluasa ia berteriak dan menangis. Dia meratap sedih kemudian menangis. Kakashi memeluknya dengan erat. Dia harus mengatakan sesuatu, dan dia mulai berbicara:
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| 「ăăăȘăšăă«、ăăăȘăăšăŻèšăăăăȘăăă ă……ă©ăăă、éŁéŻ±äžžăŻă©ăă©ăäžæăăŠăă。ăăźăŸăŸă ăš、ăȘăŹăăĄăŻć šćĄæ»ăŹăăšă«ăȘă」 | “Di saat seperti ini, sebenarnya aku tak ingin berkata begini… Namun sepertinya ketinggian Tobishachimaru berlahan terus meningkat. Kalau terus begini, kita semua akan mati “ |
| èż äș 㯠ăȘ ă. | Tak ada tanggapan (dari Kahyo). |
| 「ăăźèčă«ăŻ、ăŸă æăăćœăăă」ă«ă«ă·ăŻ、ăŸăă§ćäŸăăăăăăă«、ăăăăèȘăăăă。 「äžæăăăăă©ăăćăăăȘăăă©、ăȘăŹăŻă§ăăăăăăźăăšăăăă€ăăă 」 | “Di kapal ini, kita masih bisa menyelamatkan beberapa nyawa” Kakashi berbicara dengan lembut, seolah-olah ia sedang menenangkan anak kecil. “Aku tak tahu apakah semuanya akan membaik, tapi aku ingin melakukan seatuatu sebanyak dan sebisa mungkin.” |
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| 「…… äžæ ă ă ă ăȘ ă 㣠ă ă?」 | “Bagaimana jika malah semakin buruk?” |
| 「ă ăł ă ăł ă« èš ă ă ă éąš èč ă« é ă ćș ă ă ă ăš ăŻ?」 | “Apa kau pernah menusuk balon tiup yang telah menggembung dengan jarum?” |
| 「……」 | 「……」 |
| 「ă ă ăȘ ă§ ă ă éąš èč ă ćČ ă ăź ăŻ, ăȘ ㏠ă 㯠ă ă ㊠ă ă …」 | “Kalau balonnya sebesar ini, nampaknya ini pertama kali bagiku…” |
Kakashi perlahan melihat situasi di luar kapal. Di bawah pusaran lautan awan berwarna abu-abu, Kakashi memang dapat melihat persiapan mereka. Ada tiga benda yang memancarkan cahaya, yang tengah mendekatinya dengan kecepatan mengejutkan.
Halaman 184 - 185
Kakashi mengingatkan Ino bahwa sebelum Tobishachimaru memasuki Iwagakure, Tsuchikage bermaksud untuk menembaknya jatuh. Kakashi berpikir sambil menatap anak buah Oonoki di bawah: Jika hal itu terjadi, maka menciptakan sebuah lubang di kantung udara dapat menjadi bumerang. Gasnya akan akan keluar dari lubang dan akan mendorong kapal. Jika ia menciptakan lubang di bagian depan kapal, maka pergerakannya akan menuju kearah yang berlawanan. Padahal kapal harus bergerak ke arah depan kapal.
Hembusan angin membuat rambut panjang nan keriting Kahyo berkibar. Melihat itu, Kakashi menyadari bahwa angin bertiup dari arah Timur ke Barat. Kakashi berpikir jika menciptakan lubang di depan kantung udara, Tobishachimaru akan bergerak melawan arus angin. Hal terburuknya, mereka mungkin akan saling dorong dengan arus angin. Jika begitu, mereka akan mati terlempar dan terombang-ambing.
Kecepatan titik cahaya menurun, benda itu nampak hanya berdiam dari bawah. Kakashi meragukan asumsi tersebut, namun akhirnya ia mengerti situasinya. Tobishachimaru tidak berada dalam batas jangkauan terbang Tsuchikage. Bahkan, ketinggina kapal telah meningkat lebih tinggi dari batas ketinggian yang dapat mereka jangkau. Kakashi kemudian meneruskan kontak dengan Ino:
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| “ă ăź èč ăŻ, æ ăĄ èœ ăš ă ă ăȘ ă” | “Aku takkan membiarkan mereka menembak jatuh kapal ini.” |
| “ă ă, ă ă ăȘ ă 㚠㫠㯠ăȘ ă ăŸ ă ă” | “Sungguh, hal seperti itu takkan terjadi” |
| “… ăȘ ă«?” | “…apa?” |
| “ă ă è ă ㊠ă ă ă ă, ă« ă« ă· ć ç” ă ăź ă èš ăŁ ă. “ç¶± æ æ§ ă ă ăź æä»€ ă§ ă, ă ă ăĄ ă« éŁ éŻ± äžž ă çç Ž ă ㊠ă ă ă ă” | “Tolong dengarkan baik-baik, Kakashi-sensei” ucap Ino. “Ini perintah dari Tsunade-sama. Tolong segera ledakkan Tobishachimaru “ |
| “㥠ă ăŁ ăš ćŸ ăŠ …… èč ă« ăŻ ăŸ ă çć è ă …” | “Tunggu sebentar… Di kapal masih ada yang selamat.” |
| “ć ă ăŁ ăŠ ăŸ ă” é俥 ă ć ă ă ă ă ăŸ ă ă«, ă ăź ăŻ ææ ă äș€ ă ă ă« ă ă èš ăŁ ă. “ă ă 㯠綱 æ æ§ ă 㣠㊠ć ă 㣠㊠ă ăŸ ă” | “Aku tahu.” Sebelum mengakhiri komunikasi, Ino berbicara tanpa emosi.“Tsunade-sama juga tahu.” |
Dia menjawab bahwa mereka tak memiliki dasar yang pasti untuk mengetahui secara persis berapa ketinggiannya sekarang. Namun, dilihat dari atmosfernya yang tipis, ia tadi berpikir, mereka telah melebihi ketinggian 13.000 meter. Ketinggian tersebut diketahui 10 menit sebelum Tobishachimaru mengalami kerusakan.
Halaman 186 - 187
Awalnya, kapal terbang pada ketinggian 5.000. Tetapi karena situasi kacau sebelumnya, ketinggian terbang mereka meningkat. Saat itu, Kakashi berasumsi ketinggiannya 7.000 meter. Jadi sekarang ia menganggap bahwa mereka telah meningkat sebanyak 6.000 meter dalam 10 menit, jika pilot memperkirakan bahwa mereka sedang terbang pada ketinggian 13.000 meter, maka 10 menit lagi, mereka akan naik paling tidak 7.000 meter lagi. Dengan kata lain, jika terus meninggi dengan tingkat ini, maka 10 menit berikutnya, kapal akan mencapai ketinggian 19.000 meter. Darah dalam tubuh mereka akan mendidih! Dia tak bisa membiarkan hal seperti itu terjadi. Kakashi panik dan mencoba untuk memikirkan sebuah solusi.
Pertama, karena perbedaan tekanan atmosfer, kantung udara akan meledak. Untuk mencegah hal itu, mereka harus membuat lubang di kantung udara untuk menurunkan ketinggian. Dan setidaknya kantung udaranya tidak akan meledak seketika.
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| ă、ăăźæ°æ”ăźäžă§æ°ćąăç ŽćŁăăŠ、ăăŸăźăȘăŹă«éŁéŻ±äžžăăłăłăăăŒă«ă§ăăăźă。。。? | Tapi, jika aku menghancurkan kantung udara dalam arus udara sekarang, apa aku nantinya bisa mengontrol Tobishachimaru…? |
| 「ă ăź ć ăź çč ăŻ?」 | “Apa sebenarnya cahaya terang itu?” |
| èŻ æ°· 㟠棰 ăŻ, ă ă ă, ă« ă« ă· ăź èł ă« ăŻ ăŸ ăŁ ă ă ć „ ă ăȘ ă. ă ă äžćșŠ ć ă ă ăš ă èš ă ă ăŠ, ă ă ă ă æ ă« ă ă 㣠ă. | Kahyo bertanya demikian. Namun, suaranya sama sekali tak mencapai telinga Kakashi. Mendengar pertanyaan yang sama sekali lagi, Kakashi akhirnya mendengarkan. |
| 「ćČ© é ă ăź ć ćœ± ă ă」 ăš, ă© ă ă« ă èż äș ă ă ă. | “Itu Tsuchikage dari Iwagakure.” ia menjawab bukan dengan jawaban inti. |
| 「ăăźèčă«éç«çČăăăŁă·ăç©ăŸăăŠăăăăšăç„ăŁăŠăăŠ、ćČ©é ăă«ć „ăćă«æăĄèœăšăă€ăăă 」 | “Karena mereka tahu bahwa kapal ini penuh dengan Aobiko, mereka berniat untuk menembak jatuh kapal ini sebelum memasuki Iwagakure” |
| 「ăăă ăăăăȘă。ăăŁăăăŸ、æšăèăăæä»€ăć „ăŁă……ăȘăŹăŻ、ăăźèčăçç ŽăăȘăăăȘăăȘă」 | “Bukan hanya itu. Baru saja, aku menerima perintah dari Konohagakure untuk meledakkan kapal ini.” |
| 「ă ă ăȘ!」 èŻ æ°· ă ć« ă ă . 「ă ăź èč ă« ăŻ, ăŸ ă çć è ă ă ă ăź ă!」 | “Perintah macam apa itu! Kahyo berteriak. “Masih ada korban di kapal ini!” |
| ă« ă« ă· ăŻ èŠ ă ă ă« çŒ ă äŒ ă ă. | Kakashi dengan sedih menurunkan matanya. |
| 「ă ă ă ăȘ ă ă ……」 ăš, èŻ æ°·. 「ă ă ă¶ ç§ ă 㥠㟠ă ă ă ă」 | “Maafkan aku” ucap Kahyo. “Ini semua karena kami.” |
| 「ăȘăŹăŻćżă 。æ»ăŹèŠæăŻă§ăăŠăă。ă ăă©……ăăźèčă«äčăŁăŠăăäșșăăĄăŻ、ăăŁăšăăźé芧éŁèĄăăšăŠă愜ăăżă«ăăŠăăăŻăăȘăă 。ăŸăă、ăăăȘăăšă«ăȘăăȘă㊅…」 | “Aku seoranng shinobi. Aku siap untuk mati. Tapi… orang-orang yang berada dalam kapal ini, pasti mereka sangat menantikan demo penerbangan kapal ini. Mereka tak mengira hal seperti ini terjadi…” |
| èŻ æ°· ă, ć ă ć ă ă . | Kahyo menggigit bibirnya. |
| 「ă ăŸ ăȘ ă ……」 ă« ă« ă· ăŻ ç¶ ă ă. 「ă ăż ă èČŹ ă ă 〠ă ă 㯠ăȘ ă 㣠ă ă ă 」 | “Maaf…” Lanjut Kakashi. “Aku tak bermaksud menyalahkanmu.” |
| 「ă ă ă」 èŻ æ°· 㯠ă ă¶ ă ă 㔠㣠ă. 「èČŹ ă ă ă ㊠ćœç¶ ă」 | “Tidak.” Kahyo menggeleng. “Kau wajar jika mau menyalahkanku.” |
| 「ăȘ ㏠㫠㯠ă ă …… æ 〠æ ă ăȘ ă」 | “Tidak ada… yang bisa kulakukan “ |
| 「èé ăăźéăćșăćă«、ăăźèčăçéžăăăă°ăăăźă?」èŻæ°·ăŻéĄă、æ±șæ»ăźèĄšæ ă§æăă。「ă 㣠ă ă, æ° ćą ă ç Ž ă ăŸ ă ă ă」 | “Sebelum memasuki kawasan Kusagakure, haruskah kita mendaratkan kapal ini?” Warna dan ekspresi wajah Kahyo mengindikasikan bahwa dia siap untuk mati. “Jika itu masalahnya, maka ayo kita hancurkan kantung udaranya.” |
Halaman 188 - 189
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| 「ăăĄă 」ä»ćșŠăŻ、ă«ă«ă·ăéŠăă”ăçȘă ăŁă。「æ°ćąă«ç©Žăăăăăšăăă§、ăăźèčăŻæ°æ”ă«ăăżăăĄăă«ăȘăăźăéąăźć±±ă 」 | “Sepertinya situasi takkan membaik.” Sekarang, giliran Kakashi yang menggeleng. “Kalaupun kita membuat lubang pada kantung udara, paling-paling kita hanya akan berdesakan dengan arus udara.” |
| 「ç§ ăŻ「 穎 ă ă ă ăŸ ă ă ă 」ăȘ ă ăŠ èš ăŁ ăŠ ăȘ ă」 | “Aku tidak mengatakan「Ayo kita membuat lubang」” |
| 「…?」 | 「…?」 |
| 「「 æ° ćą ă ç Ž ă ăŸ ă ă ă 」ăš èš ăŁ ă ăź ă」 | “Yang kukatakan adalah「Ayo kita hancurkan kantung udaranya」” |
| ă« ă« ă· ăŻ çŒ ă ă ă ă ă. | Kakashi menyipitkan matanya. |
| 「äžăć «ă、ăăŁăŠăżăăăăȘă」性ăăȘçłă«æ±șćżăăżăȘăăăăŠ、èŻæ°·ăèšăŁă。「ăăăă仄äž、ă ăă«ăæ»ăă§ă»ăăăȘăăă」 | “Dalam pertaruhan tinggi dan keputusasaan seperti ini, mungkin kita harus mencobanya” ucap Kahyo sambil melebarkan matanya yang besar. “Karena aku tak ingin orang lain mati lagi” |
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| ă ă ă ă ăȘ ă 㣠ă. | Aku harus melakukannya. |
| ăăźăŸăŸéŁéŻ±äžžăäžæăç¶ăăă°、ă©ăăć šćĄăæ»ăŹ。ăă、ăăźćă«、éąšă«äčăŁăŠèé ăăźé ç©șăćșăăšăă、ććœ±ă«èżæăăăŠăăŸă。æ°ćąăç ŽăŁăŠă、ăăĄăŸăĄç«ăźæăćăŁăŠ、ăżăăȘçŒăæ»ăă§ăăŸăăăăăăȘă。 | Jika Tobishachimaru terus meninggi pada tingkat ini, semua orang akan mati. Tidak, sebelum itu, kapal akan tiba dalam wilayah udara teritorial Kusagakure karena terhembus oleh angin. Kalau itu terjadi, kita akan dicegat oleh Tsuchikage. Bahkan jika kita menghancurkan kantung udara, kemungkinan apinya akan menyebar, dan semua orang akan terbakar sampai mati. |
| 「èĄ ă ă ć°ç, é ă ă ć°ç ă …」 | “Kulakukan atau tidak, tetap salah…” |
| æ äčćźą ă 㥠ăŻ, ă ă§ ă« èčć ăž éżéŁ ă ă ㊠ă ă. | Para penumpang telah berlindung di dalam palka kapal. |
| æ·±ćŒćžăăČăšă€ă€ăăš、ă«ă«ă·ăŻæ°ćăăăšă、ăăŁăŻă©ă蟌ăăăŻăă€ăæ°ćąă«éŁă°ăă。 | Mengambil napas dalam-dalam, semua berkumpul dan berteriak menyemangati, Kakashi menusuk kantung udara dengan kunai yang telah dialiri chakra. |
| ㏠ă ăł ă! | “Gakinn!” (Boom!) |
| 㯠ă 〠㟠ć ă æ° ćą ă èČ« ă, ç«è± ă æŁ ăŁ ă. | Ujung kunai menembus kantung udara. Percikan bunga api tersebar. |
| ăăăă、ăšă、ăšăăć°ăăȘéłăèłæ¶ăæă€。ç¶ăăŠ、ăăȘăŠă ăŹăčăćąăăăćŽćșăă。 | ‘Bachibachi’ suara retak-retakan terdengar, suara kecil tersadap di telinga nya. Gas helium dengan deras menyembur keluar. |
| 「!」 | 「!」 |
| ă ă ăŠ, ă ăŻ ă æ ă ㊠ă ă ă ăš ă, è”· ă 㣠ă. | Dan kemudian keadaan berubah menjadi situasi yang ditakuti. |
| ăŻăăăŻć°ăăȘ、蔀ăç«ă ăŁă。ăăă、ă»ăăźćç§ćŸă«ăŻ、æ°ćąăźćŸéšăçŒăć°œăăăŠăă。 | Awalnya apinya kecil. Hanya dengan 10 detik, api telah membakar seluruh kantung udara. |
Halaman 190
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| ㎠ăȘ ăȘ ăȘ ăȘ ăȘ ăȘ ăȘ! | Gooooooo! (/Suara ledakan api) |
| æ°ćąăźć€çźăäžæ°ă«çăăăă、ăăźçăç©șæ°ăć·»ă蟌ăă§ć ăă。ăŸăăăéă«ç«ăŻæ”źćéšć šäœă«ćăŁă。 | Seketika, lapisan luar kantung udara terbakar. Api itu tertelan udara dengan suara gemuruh. Dalam sekejap, api sepenuhnya membakar komponen daya apung. |
| ă ă ăš ćæ ă«, éŁ éŻ± äžž ă 錻 éą ă ć°éą ă« ć ă ăŠ, èœäž ă 㯠ă ă ă. | Disaat yang sama, bagian depan Tobishachimaru menghadap ke tanah. Kapal mulai menukik. |
| ă«ă«ă·ăŻæąŻćăéŁăłéă、ćźćăăźè¶łć Žăé§ăæ»ăŁă。ăăźé äžă§ăŻ、çă«ăȘăăăăæ°ćąă、ăŸăă§ç„ă«æ¶ăăŽă ă§ăăăăăăŠăăăăźăăă«、éȘšç”ăżă ăăæźăăŠ、ă©ăă© ă æ¶ ă ㊠ăȘ ă ăȘ 㣠ă. | Kakashi melompat dari tangga. Dia berlari kembali ke perancah yang menggantung. Diatas kepalanya, kantung udara tengah terjilat-jilat oleh api. Seakan kantung udara tengah dilenyapkan oleh Tuhan. Kerangka kantung udara mulai terlihat. |
| æ”źć ă 怱 ă ă ㊠ă ă. | Daya apungnya hilang. |
| ćšæżă«éŁăłèŸŒăă ăšăă«ăŻ、ăă§ă«èŻæ°·ăć°ăç”ăłç”ă、èĄăçșćăăŠăă。 | Ketika ia melompat ke dapur, Kahyo sudah dselesai melakuka segel nya. Dia baru saja melepaskan jutsu. |
| 「æ°· é · ć° é éŁ æ°·!」 | Hyouton: Jisarenhyou! |
| ă 㟠棰 㯠鹚 ă« ă ă æ¶ ă ă ă ă, ćœŒć„ł ăź èĄ ăź ă» ă ăŻ, ă ă ă ă ăȘ ă 㣠ă. | Meskipun suaranya kalah dengan suara angin, jutsu nya sendiri nampak tak kalah oleh hembusannya. |
| èœäž ă ă èčäœ ă, 性 ă ăȘ èĄ æ ă çȘ ă äž ă ă. | Sebuah hentakan kuat mengangkat lambung kapal yang sedang jatuh. |
| 「!?」 | 「!?」 |
Halaman 191
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| éŁéŻ±äžžăŻäžćșŠè·łăäžăă、æŹĄăă§、èŻæ°·ăć°ééŁæ°·ă§äœăćșăăæ°·ăźæżăźäžă«èœăĄă。 | Tobishachimaru sedikit melonjak. Selanjutnya, kapal jatuh ke papan es yang dibuat oleh jutsu Jisarenhyou Kahyo. |
| ă ăź èĄ æ ă§, ăŸ ă ㎠㳠ă ă© ăź äžéš ă 掩 ă èœ ăĄ ă. | Karena benturannya, bagian lain gondola hancur berantakan. |
| èŻæ°·ăŻ、ć°ăç”ăă ăŸăŸ、éșăăéĄă€ăă§èĄă«éäžăăŠăă。ăă»ă©ăźèČ æ ăăăăŁăŠăăăźă ăă、ăăźè ăŻăă«ăă«éă、é«ȘăŻéç«ăĄ、ăă ăŁăšç”ăă ćŁăźç«ŻăăăŻæ”èĄăăŠăă。 | Saat Kahyo mengaktifkan segel, ia berkonsentrasi pada jutsunya sambil terlihat muram. Mungkin karena beban besar yang sedang ia tahan, lengan Kahyo menggigil dan gemetar. Rambutnya berdiri. Ia menutup mulutnya dengan erat, dan dari mulutnya itu keluarlah darah. |
| ăăŁăŻă©ăăŸăšăŁăæ°·ăźæżăŻ、ăŸăă§éŁéŻ±äžžăźèčćșăăçăćșăăŠăăăăźăăă«、ăăźèĄăæă«ă©ăă©ăăźăłăŠăă。 | Chakra ia tanamkan di papan esnya, tampak seolah-olah es tersbut tumbuh keluar dari bagian bawah Tobishachimaru. Jalan tersebut secara bertahap terus memanjang. |
| éČæ”· ă« é ă ă çȘ ăŁ èŸŒ ă ăš, éČ ă ă 㯠ă ăš æŒ ă ćș ă ă ă, èč ă ć ăż èŸŒ ă ă . | Kapal mulai terjun ke lautan awan, secara paksa awan menyebar terpisah dengan bunyi ‘buwa’ (/wusss). Seakan awan telah menelan kapal. |
| æ° æ” ă« æ” ă ă ă ă ă« ăȘ ă ă ăł ă«, æ°· ăź è§Šæ ă èčäœ ă ćŒ· ćŒ ă« ćŒ ă æ» ă ă. | Setiap kali hembusan udara menggoyahkan kapal, tentakel es memaksa mengembalikan lambung kapal untuk tetap berada di papan es. |
| 「ăăźăŸăŸèčăçéžăăă…」éŁăăă°ăŁăæŻăźăăă ăă、èŻæ°·ăŻèšèăæŒăćșăă。 | “Aku akan mendaratkan kapal dengan cara ini…” Melalui sela-sela gigi yang dengan erat ia tutup, Kahyo berusaha bicara seperti itu. |
| 「ç”¶ ćŻŸ ă« æć ă ă ㊠㿠ă ă」 | “Aku pasti akan berhasil.” |
| éČ ăź äž ăŻ ç° äžèČ ă§, ăȘ ă« ă èŠ ă ăȘ ă. | Mereka tak bisa melihat apa-apa, kecuali warna pucat awan. |
| æ„æżăȘèœäžă«、èłăæ°ć§ăźć€ćă«ă€ăăŠăăăȘă。ćșćŸăćăăš、èłăă”ăăă§ăăç©șæ°ăæăăŠ、éąšăźéłăéźźæă«ăȘăŁă。 | Karena kapal itu terjun secara tiba-tiba, telinga mereka tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tekanan atmosfer. Mereka menelan air liunya sendiri karena situasinya tegang. Mereka menutup telinga, udara tak masuk, terdengarlah suara angin berubah menjadi bergemuruh. |
| æ°ćąăŻ、ă»ăăźäžćè¶łăăă§、ă»ăšăă©éȘšæ Œă ăă«ăȘăŁă。çăæźăŁăéȘšç”ăżă、é»ăăăă¶ăŁăŠăă。 | Kurang dari 1 menit, kantung udara hanya tersisa kerangkanya saja. Sisa-sisa kerangka yang terbakar mengeluarkan asap hitam. |
Halaman 192 - 193
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| çăŻ、ăŸă çăăăăăźăăăăŻăă 、ăšăăăă°ăăă«、ćăžćăžăšäŸ”æ»ăă。ă«ă«ă·ăšèŻæ°·ăźé äžă«ăŻ、éăçăšç°èČăźéČ仄ć€、ăȘă«ăăȘăăȘăŁăŠăă。 | Api masih bisa membakar lebih luas kedepan. Diatas Kakashi dan Kahyo, tak terlihat apapun kecuali api biru dan awan kelabu. |
| éŁéŻ±äžžăŻéČăçȘăç ŽăŁăŠ、èœäžăç¶ăă。ćłă«ć·Šă«ă¶ăăă、ăăźăăłă«èŻæ°·ăă€ăăă§ăŹăŒăăäœăŁăŠ、èčăæżăźäžăăæ»ăèœăĄăȘăăăă«ăă。 | Saat Tobishachimaru terus jatuh menembus awan. Setiap kali kapal mengguncang kekanan atau kiri, Kahyo membuat penjaga es untuk mencegah kapal tergelincir dari atas papan. |
| 性 ç Ž ă ă éŁ éŻ± äžž ăŻ, ă ă ă ă é«ćșŠ ă äž ă ㊠ă ă. | Tobishachimaru mengalami kerusakan serius yang terus belanjut. Ketinggian terus menurun. |
| ăš, äœ ă ă” ă ă ăš æ”ź ă äž ă ă ă ă ăȘ æ ă ă ă ă. | Kemudian, mereka seolah-olah merasakan tubuhnya mengambang dengan lembut. |
| 「!?」 | 「!?」 |
| ă« ă« ă· ăź äœ ăŻ, ćź é, äžçŹ ćź ă« æ”ź ă ㊠ă ă. | Untuk sesaat, tubuh Kakashi praktis mengambang di udara. |
| 「ă© ă ă ă ă ă !?」 | “Apa yang terjadi!?” |
| 「æ°Žćăè¶łăăȘă!」èŻæ°·ăć«ăłăăă。「æ°·ăäœăăăăźæ°Žćăè¶łăăȘăăź!」 | “Kelembabannya tak cukup!” Teriak Kahyo. “Kelembabannya tak cukup untuk menghasilkan es!” |
| 「!」 | 「!」 |
| ç Žăăćšæżăźćșăăäžăăźăăăš、ăăăŸă§éŁéŻ±äžžăăźăăŠăăæ°·ăźæżăŻ、è·ĄćœąăăȘăæ¶ăăŠăă。 | Mengintip melalui bawah lantai dapur yang berlubang, Kakashi melihat papan es dibawah Tobishachimaru… Papan es itu lenyap tanpa jejak. |
| ăŻăăäžæčă«ăŻ、é»èČăźć€§ć°ăćșăăŁăŠăă。çŽ èăăŠăăć±±ă 、ăăăŠăă©ăă©ć ăć·ăæ”ăăŠăă。 | Jauh di bawah, terlihat daratan dan gunung-gunung berwarna kuning musim gugur membentang. Terlihat juga kilauan sungai yang mengalir. |
| æ°· ăź æŻ ă ă 怱 㣠ă éŁ éŻ± äžž ăŻ, ă» ăš ă ă© ćçŽ ă« èœäž ă ㊠ă ă. | Tobishachimaru kehilangan es yang menahannya, kapal itu jatuh secara vertikal. |
| é«ćșŠăäșćăĄăŒăă«ăćăŁăăăšăŻ、ćŸ ăĄăăăăăă«éŁæ„ăăććœ±ăèŠăŠ、ćăăŁă。 | Setelah ketinggian mencapai 5.000 meter, Kakashi mengetahui bahwa Tsuchikage akan menunggunya dan terbang datang kepadanya. |
| é» ă ă ăš è”€ ă ă ă ă ă ă ă ă ăȘ ăȘ ă ă ă, éŁ éŻ± äžž ă« ăȘ ă ă¶. | Kurotsuchi dan Akatsuchi mendamingi Oonoki. Mereka berbaris segaris dengan arah terjun Tobishachimaru. |
| 「ăă、ă«ă«ă·、ă©ăăăăăăŸă§ăźăăăăă!」ććœ±ăćŒă°ăăŁă。「ăćăă ăăȘăć©ăăŠăăㅅ愳、ă«ă«ă·、éŁăłç§»ă!」 | “Oi! Kakashi, bagaimanapun caranya, nampaknya akan tetap seperti ini!” Teriak Tsuchikage. “Jika saja cuma kalian, aku bisa menyelamatkan.. Hey Nona dan Kakashi, melompatlah ke arah kami!” |
| ă« ă« ă· ăš èŻ æ°· ăŻ, çŒ ă èŠ äș€ ă ă ă. | Kakashi dan Kahyo bertukar pandang. |
| èŻ æ°· ă ă ăȘ ă ă. | Kahyo mengangguk. |
| ă ă ă ă ă 㣠ă. | Hanya itu kesempatan mereka. |
| ă ă ă ă ă§, ă« ă« ă· ăŻ ćœŒć„ł ă èȘ ć ăš ć ă æ° æ 㥠㧠ă ă ă ăš ă ć ă 㣠ă. | Hanya dengan pandangan, Kakashi mengerti bahwa mereka berdua merasakan hal yang sama. |
| 「ăȘ ă« ă ă 㣠㚠ă!? ă 㣠ă ăš ă ă ăȘ ă, ă ć ă ă ăš ă ăź èč ă æ ăĄ èœ ăš ă ă ă …」 | “Apa yang kau lakukan!? Jika kalian tak melompat dengan cepat, kalian berdua juga akan kena tembak bersama dengan kapalnya… “ |
| ă, çž æ ă« æćŸ ăŸ ă§ ă ă ăč ă ă ă ă» ă©, 㫠㫠㷠㯠æ é· ă§ ăŻ ăȘ ă 㣠ă. | Namun, Kakashi sengaja tak menunggu sampai rekan-rekannya selesai berbicara. |
| èŻ æ°· ăź ćŁ ă ă, ă ăŁ, ăš ă ă é© ă 㟠棰 ă æŒ ă ă. | ‘Ah!’, suara terkejut keluar dari mulut Kahyo. |
| ăăăšçȘéČăăăăšæăăš、ă«ă«ă·ăŻç ŽăăćșæżăèčŽăŁăŠ、èčć€ăžéŁăłćșăăŠăă。 | Tiba-tiba tanpa pikir panjang, Kakashi menggebrak papan lantai yang retak. Dia melompat keluar dari kapal. |
| ă ăź äœ ă ćź ă è 㣠ă. | Tubuhnya bergetar di udara. |
| ă«ă«ă·ăšć€§ć°ăźéă«ăŻ、æ°ćăĄăŒăă«ăź、ç©șăŁăœăźç©șéăăăȘăăŁă。éąšăăăźéé«ȘăăȘă¶ă、ăăźçŒă«ăŻæ°·ăźăăă«ćșăæćżăćźżăŁăŠăă。 | Angin menggerak-gerakkan rambut peraknya. Keyakinan yang tinggi terlihat dalam tatapan matanya. |
| 「ă ă, ă ă!」 | “Yosh, aku datang!” |
Halaman 194 - 195
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| ă、ă«ă«ă·ăŻăźăăăŁăăȘăȘăăăźé äžăè·łăłè¶ă、蔀ăăăźé ăăăłăăšèčŽăŁăŠ、ăăă«è·łæąăă。 | Namun, Kakashi melewati Oonoki. Ia berpijak pada kepala Akatsuchi dengan suara ‘tonn’, ia melompat. |
| 「ăȘ, ăȘ ă« ă ă 㣠㚠ă ă ă ă!」 | “Ap- Apa yang kau lakukan!” |
| 「ă« ă« ă·!」 èŻ æ°· ă, ć ćœ± ă« èČ ă ă ăš ć« ă ă . | “Kakashi!” Teriak Kahyo, Tsuchikage juga berteriak demikian padanya. |
| ă«ă«ă·ăŻ、ć šèș«ăźăăŁăŻă©ăćłè ă«éăă。「ăȘăŹăç”¶ćŻŸă«éšăéăăă!」 | Kakashi mengumpulkan semua chakra nya ke dalam lengan kanannya. “Aku harus membuat membuat hujan!” |
| 「ă« ă« ă·!」 | “Kakashi!” |
| 「ă ăš ăŻ é Œ ă ă ă, èŻ æ°·!」 | “Kupercayakan sisanya padamu, Kahyo!” |
| ăŸă¶ăăă»ă©çœç±ăăŠăăćłè ă性ăăćŸăă«ćŒăăš、ă«ă«ă·ăŻæžŸèș«ăźçŽ«é»ăéšéČă«ăăăă€ăă。 | Ia menahan lengan kanannya yang kini penuh kilatan yang memijar. Sekuat tenaga, Kakashi melancarkan jutsu Shiden ke dalam awan hujan. |
| 「ă ă ă ă ă ă ă!」 | “Wuohhhhhhh!” |
| ă ăȘ ăȘ ăȘ ăł ă! | Dooooon! (Boom!) |
| ăăźăăŸăăźăăăŸăăă«éČăćČă、äžçŹ、éç©șăćŁéèŠăă。ă«ă«ă·èȘèș«、èȘćăźæă«、èȘćèȘèș«ăćčăéŁă°ăăăă»ă©ă ăŁă。 | Dengan intensitas yang nampak berlebihan, awan berpisah. Sesaat, terlihat sekilas langit biru. Kekuatannya luar biasa, sampai-sampai Kakashi terpesona dengan tekniknya sendiri. |
| ć ćœ± ă, çŒ ă èŠ ćŒ” 㣠ă. | Mata Tsuchikage melebar. |
| ă«ă«ă·ăźć šèș«ăăă»ăšă°ăăŁăé·ăŻ、ăŸăă§è§Šæăźăăă«ćæčăžăźăłćșă、éšéČăèČ«ă。ăăĄăŸăĄé·ăé·ăćŒăł、éšéČăćŻăéăŸăŁăŠ、ăăăăăšæŸé»ăăŻăăă。 | Petir melonjak keluar dari seluruh tubuh Kakashi. Benar-benar seolah ia memiliki tentakel petir, yang memanjang ke segala arah dan menembus awan hujan. Tiba-tiba, petir tersbut memicu terjadinya guntur. Awan hujan dikumpulkan, dan mulai bersuara ‘bachibachi’ seperti decitan listrik. |
| 「ć± ăȘ ă, ć ćœ± æ§!」 蔀 ă ă ă ć« ă ă . 「æ© ă ăŻ ă€ ăź ćœ± ă« é ă ă ă ă«!」 | “Ini berbahaya, Tsuchikage-sama!” Teriak Akatsuchi. “Cepat, sembunyilah dibalik tubuhku!” |
| 「ăăăŹäžè©±ăăă!」ăȘăȘăăăäžćăă。「ăŸăŁăă、æšăèăźăăăŻçĄè¶ăăăăă…」 | “Takkan membantu!” Teriak Oonoki dengan suara menggelegar. “Serius deh, kelakuan orang-orang Konoha memang sembrono…” |
| ăŽăăŽăăšé·éłŽăèœăăăéšéČ。。。ăă·ăŁăăšèœăĄăçšČ抻ă、ć°äžăźæ„ăźć€§æšă、ăŸăŁă·ăă€ă«ćŒăèŁăă。 | Awan hujan meraung dengan dengan suara guntur: ‘gorogoro’. Kilatan Petir terjun dengan suara ‘pishaa’ (membanting). Sebuah pohon maple besar di tanah terbelah dua. |
| 「é» ă ă! ă ăź ă ă« ă ć© ă ㊠ă ă!」 | “Kurotsuchi! Selamatkan si bodoh itu! “ |
| ććœ±ăźćœä»€ă«ćŸăŁăŠ、æ°ă怱ăŁăŠèœäžăăŠăăă«ă«ă·ă、é»ăăăćłćș§ă«èżœăăăă。 é ă ă ă ă éš ăź æć ăź ăČ ăš çČ ă, é» ă ă ăź é Ź ă« ćœ ă 㣠ă. | Sesuai perintah Tsuchikage itu, Kurotsuchi segera mengejar Kakashi. Dia jatuh dan kehilangan kesadaran. Tetesan air awal hujan menerpa pipi Kurotsuchi. |
| ăăă¶ăæ°ă怱ăŁăŠăăăăă«æăăă、ćźéă«ă«ă«ă·ăźæèăéŁăă§ăăăźăŻ、ă»ăăźæ°ç§ăźăăšă ăŁă。 | Dia nampak hendak lama kehilangan kesadarannya, namun, nyatanya ia hanya pingsan selama beberapa detik. |
| éĄ ă« é ă ă ă ă ć· ă ă éš ă«, 㫠㫠㷠㯠è çź ă é ă ă. | Karena hujan yang dingin jatuh di wajahnya. Kakashi lalu membuka satu matanya |
| ăš ă ă, 淚性 ăȘ ćœ± ă, çź ăź ć ă ă ă ă ăŠ éŁ ă ă§ ă 㣠ă. | Beberapa saat kemudian, bayangan besar terbang tepat di depan matanya. |
| 「!?」 | 「!?」 |
Halaman 196 - 197
| RAW | Indonesia |
|---|---|
| èŠéăăă«ă«ă·ăźçŒă«、ç ŽăăăŽăłăă©ăźäžă§、ćż æ»ă«ć°ăç”ăă§ăăèŻæ°·ăźć§żăæ ăŁă。 | Kakashi membuka matanya. Pada bagian sisa gondola, dia bisa melihat sosok Kahyo, yang tengah panik membuat segel. |
| éăăăăéšă、ć°ééŁæ°·ă«ćŒăłćŻăăă、ăăŸăæźéȘžăšćăăéŁéŻ±äžžăźèčćșă«、æ°·ăźç”æ¶ăäœăŁăŠăă。 | Hujan turun tak kunjung berhenti. Setelah hilangnya Jisarenhyou, sekarang bagian bawah Tobishachimaru berubah menjadi puing-puing. Kahyo terus membuat kristal es. |
| èčćș ă ă ăź ăł ćș ă ă æ°· ăź ç”æ¶ ăŻ, 怩ç©ș ă« èŒ ă çœé ăź æ» ă ć° ă ă© ă ă© ă ç¶ ă è¶ł ă ㊠ă 㣠ă. | Kristal es memanjang dari bagian bawah kapal. Kilauan warna perak secara bertahap memancar ke langit. |
| ă ăź äž ă æ» è”° ă ă, éŁ éŻ± äžž. | Tobishachimaru meluncur diatasnya. |
| èčăéăéăăăă°ăă、ăăźè»è·Ąăă©ăă©ăç ăæŁă、ăă©ăă©èŒăăȘăăćźă«èăŁă。ăŸăă§éŁéŻ±äžžă、ă»ăăæăăȘă«ăă«ăȘăŁăŠăăŸăŁăăăźăăă«èŠăă。 | Setelah kapal melewatinya, lintasan es itu terus pecah. (Es) berkilau-kilau di udara. Tampak seolah-olah Tobishachimaru telah berubah layaknya komet. |
| ă ă ă ć€©ćœ ăž ăź éæź” ăš ă ă ă ăź ă ă ă ăš ă ă ă …… | Bagaikan ‘Tangga Menuju Surga’… |
| èœéłă鳎ăéżăăăŠæ»ăèœăĄăŠăăéŁéŻ±äžžăèŠéăăȘăă、ă«ă«ă·ăŻèăăăšăăȘăă«、ăăăȘăăšăèăă。ăăŁăš、ăăăȘæăăȘăă ăăăȘ。 | Suara gemuruh terdengar saat Tobishachimaru terus meluncur. Ketika Kakashi melihatnya, dia tanpa sadar berpikir (tentang ‘Tangga Menuju Surga’). Dia merenungkannya. Ia berpikir bahwa mungkin “Tangga Menuju Surga” terasa seperti itu. |
| 怩ç©ș ă 㣠㱠ă ă«, éçœ ă æ°· ăź ç”æ¶ ă, éł ă ăȘ ă æŒ 㣠㊠ă ă. | Langit dipenuhi kristal es berwarna putih yang hanyut di udara tanpa suara. |
| 「ă ă ă€, çŒ ă èŠ ă ă ă ă ă ă」 èł ć 㧠棰 ă ă ă. 「ă© ă ă ă, ă ă ă?」 | “Sepertinya orang ini terbangun” (Kakashi) mendengar suara di dekat telinganya. “Apa yang harus kita lakukan, pak?” |
| ă« ă« ă· ăŻ, é» ă ă ăź è© ă« ă ă ă ă ă ㊠ă ă. | Kakashi sedang ditopang oleh bahu Kurotsuchi. |
| 「ăăă€ăŻ、æŹæ°ă§æ»ăŹă€ăăă ăŁăăăăăă」ććœ±ăèšăŁă。「ă©ăăăăăăăă。ăăźćä»ăȘèčăŻ、ă©ăăăăŻă·ăăźéăžăŻèœăĄăŠăă。ăăăŁăă、ăăăȘăšăăă«çšăŻăȘăă」 | “Sepertinya orang ini akan mati” kata Tsuchikage. “Kita tidak punya pilihan lain. Sepertinya kapal tidak akan jatuh ke desa kita. Dan, kita tidak punya urusan di tempat seperti ini.” |
| 「ă ăŁ」 ăš, 蔀 ă ă ă çŽ ăŁ é ç ăȘ 棰 ă ă ă ă. 「éŹŒ ç ć ă ă, ăȘ ă ă éŁ ă ă§ ă ă ă ă«」 | “Ah” Akatsuchi bersuara histeris. “Ada yang terbang ke arah kita dari Houzukijyou.” |
| 㔠〠㯠çĄèš ă§, 鎻 ă é» ă ă ă« ćŻ ă ă. | Sai diam-diam mendekati Kurotsuchi dengan burung besarnya. |
| ććœ±ăăăȘăăăš、é»ăăă「ăăăăŁăš」ăš、ă«ă«ă·ă鎻ăźèă«æŸăćșăă。 | Tsuchikage mengangguk. “Arayotto” (/’Pergilah!) Kata Kurotsuchi. Dia melemparkan Kakashi ke punggung burung itu. |
| 「æŠćæ°ćăăăăăç”ăăă«ăăăš、ç¶±æć§«ă«èšăŁăšă。ăŻă·ăăăăăăæŹĄăźäžä»Łă«éăăăăé ćăăăă」 | “Bilang kepada Tsunade-hime, masa jaya kita pasti akan berakhir. Suatu saat nanti, kita akan menyerahkan jalan kita kepada generasi berikutnya.” |
| ă ă ă ă èš ă æź ă ăŠ, ăȘ ăȘ ă ă ăŻ éŁ ăł ć» ăŁ ăŠ ă ăŸ ăŁ ă. | Setelah menyampaikan kata-katanya, Oonoki terbang menjauh. |
| ăăźăšăăŻăăăŠ、ă«ă«ă·ăŻăăă¶ăć°äžăžèżă„ăăŠăăăăšă«æ°ăă€ăă。èŠäžăăăš、çœç ăăăăŠăăéŹŒçćăźäžćșă§、äșșéăăĄăăąăȘăźăăă«ăăăăăŠăă。 | Lalu untuk pertama kalinya, Kakashi menyadari bahwa mereka mendekati tanah. Menghadap kesana, asap putih mengepul dari halaman Houzukijyou. Orang-orang menggeliat seperti semut. |
| ćăćăćČăă ă ăŁćșăèćă«、éŁéŻ±äžžăŻæ»ăéăă。éŹŒçćăźćŁçŻăźéăăèćă«、ăăăăăšćç ăèăŁă。 | Di sekitar benteng ada padang rumput yang luas. Tobishachimaru terjun meluncur disana. Suasananya telah melewati padang rumput Houzukijyou. Awan tebal dan debu berterbangan di sekitar. |
| éŁ éŻ± äžž 㯠è ăź äž ă æ» ă, ă ă ăŠ, ć ăź ă ă ă« ăȘ ăŁ ăŠ éæą ă ă. | Tobishachimaru meluncur di atas rumput. Kemudian, kapal membungkuk ke depan. Hingga akhirnya berhenti. |
| ćăźă»ăăă©ăăă、ăăă«ć°ăăȘäșșćœ±ăćéăéŁăłćșăăŠ、éŁéŻ±äžžă«é§ăă€ăă。ăăăŻ、ă©ăăăă”ăŻă©ăźăăă ăŁă。 | Keributan terjadi di sisi kastil. Segera, sosok seseorang bergegas keluar dari gerbang istana. Dia datang dan berlari menuju Tobishachimaru. Anak itu tampaknya Sakura. |
| ćăźććŽă§ăŻ、æżăăæŠéăèĄăăăŠăă。æéąšăć·»ăè”·ăă、éăćșăăćçŁè ăăĄăăăŁășăă«ćčăéŁă¶。ăȘăŒăźæšăèæéąšă«ééăăȘăăŁă。 | Di sisi selatan benteng, pertempuran sengit sedang berlangsung. Terciptalah angin kencang, menghembuskan tahanan yang berusaha melarikan diri satu per satu. Tidak salah lagi serangan itu adalah jutsu Konoha Senpuu milik Lee. |
Halaman 198 - 199
| RAW | Inggris |
|---|---|
| ćăźäžćșă§äŒžăłçžźăżăăŠăăćœ±ăèŠăŠ、ă·ă«ăă«ăèžăćŒ”ăŁăŠăăăźă ăšćăăŁă。 ćçŁ è ă 㥠ă ăȘ ă ć ă ㊠ă ă 性 ă ăȘ ç ăŻ, ă 㧠㊠㞠㟠è ćŒŸ æŠ è» ă . | Di halaman istana, ia melihat bayangan yang nampak semakin meluas. Dia mengerti itu adalah Shikamaru, yang sedang beraksi. Sebuah bola besar terus menggulung tahanan yang berusaha melarikan diri. Bola itu adalah Nikudansensha, jutsu milik Chouji. |
| ć ăž ăš ç¶ ă äž æŹ é ă é§ ă ㊠ă ă ăź ăŻ, ç¶± æ ăš ă· ăș ă ă« é ă ăȘ ă. | Dengan gagah berjalan lurus menuju ke kastil, (Kakashi berpikir bahwa) mereka pasti Tsunade dan Shizune. |
| ă·ăăźèČ、ăăłăăłăźćżć ·、ăăăšè”€äžž。。。ăăăȘä»ČéăăĄăçșăăŠăăăš、ç±ăăăźăèžă«èŸŒăżăăăŠăăăźă、ă«ă«ă·ăŻă©ăăăăăăȘăăŁă。 | Terdapat pula serangga Shino, senjata-senjata Ninja Tenten, Kiba dan Akamaru… Menatap anak-anak tersebut, perasaan hangat mulai terasa di dalam dada Kakashi. |
| ć ćœ± ăź èš ă ăš ă ă ă , ă ă ă ă ăȘ ㏠ă 㥠ă, é ă ć ă ç¶ ă çȘ ăȘ ă ă . | Seperti kata Tsuchikage, secara bertahap akan tiba saatnya bagi kita untuk mewarisi. |
| ă« ă« ă· ăź äž ă§, æ±șćź ç ăȘ 〠ć ă èšȘ ă ă ăź ăŻ, ă ăź ăš ă ă 㣠ă. | Saat ini dalam diri Kakashi, pasti ada perubahan dalam hatinya. |
| ăȘăŹăŻćèŒȘçŒă怱ăŁăăăšă、ç«ćœ±ăšăăć°äœăăéăăćŁćźă«ăăŠăăăăăăȘăă ăăă? | Karena aku kehilangan Sharingan, kupikir aku memanfaatkan kondisi itu sebagai alasan untuk melarikan diri dari posisi Hokage, kan? |
| ă” ăš, ă ă ăȘ ă” ă ă« æ 㣠ă. | Tiba-tiba, ia memikirkan itu lebih dalam lagi. |
| ç«ćœ±ă«ăȘăăšăăăăšăŻ、ćźăăčăè ăăĄăćąăăăšăăăăšă 。ă€ăŸă、ăă€äœæ、ăȘăăă怱ăŁăăšăăźăăăȘæČăăżă«è„Čăăăă、ćăăăȘă。ăȘăŹăŻ、ăăăȘæČăăżăèèČ ăèŠæă、ăŸă æăŠăŠăăȘăăšæă蟌ăă§ăă。 | Kalau soal menjadi Hokage, jumlah orang yang harus kulindungi akan meningkat. Dengan kata lain, pada saat tertentu, aku takkan tahu kapan kesedihan akan menyerangku; (Kesedihan) yang mungkin mirip ketika aku kehilangan Obito. Aku mengundurkan diri karena beban dan penderitaan tersebut. Kesannya aku masih tidak dapat bertahan dari perasaan sedih ini. |
| éăźä»ČéăăĄăŻ、ăăŸ、ăăźçŹéă«ă、é»ăŁăŠăăăăăæŻăăŠăăăźă 。ăŸăă§æăæ„ăăçŒăèŠăăăżăăă«、ćœăăćăźéĄăăăŠ。ăă«ă、ç¶±ææ§、ă·ă«ăă«、ăăź、ăŹă€、ăȘăŒ、ăăłăăł、ăă§ăŠăž、ă”ăŻă©、ă”ă€、ăăăż、ă·ășă、ă€ă«ă«、ă·ă、ăă … | Rekan-rekanku dari desa, sampai saat ini, mereka diam-diam terus mendukung satu sama lain. Seolah pagi sudah dekat, dan mereka bangun bersama. Dengan sendirinya mereka saling mendukung. Naruto, Tsunade-sama, Shikamaru, Ino, Guy, Lee, Tenten, Chouji, Sakura, Sai, Hinata, Shizune, Iruka, Shino, Kiba… |
| … ăż ă ăȘ ăź éĄ ă, æŹĄ ă ă« ă« ă« ă· ăź èžäž ă ă ă 㣠ă. | …wajah Semua orang berturut-turut terlintas di benak Kakashi. |
| ă ă ăŠ, ă ă ăȘ æš ă è é ă ăź é ă, ä»Č é ă 㥠ă, ćż ă ă èȘ ă ă« æ 㣠ă. | Dan, kepada teman-temanku tersebut dan desa Konohagakure, aku bangga dengan mereka dari dalam lubuk hatiku. |
| ăăă、ăăă€ăăăȘăŹăćż èŠăšăăăȘă……ăš、ă«ă«ă·ăŻæăŁă。ăȘăŹăŻăăă€ăăźæČăăżă、ăżăăȘăŸăšăăŠćăżèŸŒăă§ăăă。ăă、ćœăăćăźéĄă§。ăăăŠ、ăăă€ăăšăăŁăăă«、æČăăżă«ăźăăăĄăŸăăŁăŠăăă。 | Kakashi juga berpikir: Jika orang-orang membutuhkanku, aku bagai menelan semua kesedihan mereka yang mereka miliki. Ya,benar. Kemudian aku akan menggeliat dalam kesedihan dengan mereka, bersama-sama. |
| ç«ćœ± ă« ăȘ ă ăš ă ă ăź ăŻ, ă ă¶ ă, ă ă ă ă ă ăš ăȘ ă ă . | Mungkin begitulah makna di balik posisi Hokage. |
Bersambung ke Chapter 14...
199 halaman dari 224 halaman = 89% telah di terjemahkan~!

EmoticonEmoticon