Novel Kakashi Hiden - Chapter 13

6/26/2015
Judul
Chapter 13: Tangga Ke Surga (ć€©ć›œăžăźéšŽæź”, Tengoku e no Kaidan)


Penerjemah
OrganicDinosaur dan Narutonian

Info Penting :
  • Silahkan lihat daftar isinya disini
  • Novel Kakashi Hiden menggunakan penomoran Novel Fisik, Total Novel Kakashi Hiden ada 224 Halaman.
  • Chapter 13 ini cukup panjang, ada beberapa bagian yang tidak diterjemahkan secara langsung (Japan>Eng>Indo) untuk mempercepat.

Halaman 182 - 183
Kakashi masih memeluk Kahyo di dadanya untuk menghalangi pandangnya terhadap Rahyo yang telah jatuh dari Tobishachimaru). Ia sedih karena ia telah kehilangan kakaknya, Kahyo meninju-ninju dada Kakashi. Kahyo menelungkupkan wajahnya di dada Kakashi, dengan leluasa ia berteriak dan menangis. Dia meratap sedih kemudian menangis. Kakashi memeluknya dengan erat. Dia harus mengatakan sesuatu, dan dia mulai berbicara:
RAWIndonesia
「こんăȘăšăă«、こんăȘă“ăšăŻèš€ă„ăŸăăȘいんだが……どうやら、éŁ›éŻ±äžžăŻă©ă‚“ă©ă‚“äžŠæ˜‡ă—ăŠă„ă‚‹。ă“ăźăŸăŸă ăš、ă‚ȘăƒŹăŸăĄăŻć…šć“Ąæ­»ăŹă“ăšă«ăȘる」“Di saat seperti ini, sebenarnya aku tak ingin berkata begini… Namun sepertinya ketinggian Tobishachimaru berlahan terus meningkat. Kalau terus begini, kita semua akan mati “
èż” äș‹ は ăȘ い.Tak ada tanggapan (dari Kahyo).
「こぼèˆčには、ăŸă æ•‘ăˆă‚‹ć‘œăŒă‚ă‚‹」カカシは、ăŸă‚‹ă§ć­äŸ›ă‚’ă‚ă‚„ă™ă‚ˆă†ă«、やさしくèȘžă‚Šă‹ă‘ăŸ。 「äžŠæ‰‹ăă„ăă‹ă©ă†ă‹ćˆ†ă‹ă‚‰ăȘいけど、ă‚ȘăƒŹăŻă§ăă‚‹ă‹ăŽă‚Šăźă“ăšă‚’ă™ă‚‹ă€ă‚‚ă‚Šă 」“Di kapal ini, kita masih bisa menyelamatkan beberapa nyawa” Kakashi berbicara dengan lembut, seolah-olah ia sedang menenangkan anak kecil. “Aku tak tahu apakah semuanya akan membaik, tapi aku ingin melakukan seatuatu sebanyak dan sebisa mungkin.”
Wajah Kahyo masih terkubur dalam dada Kakashi. Sambil bergumam ia merespon: “Apa yang harus kita lakukan?” Kakashi menjawab dengan rencana membuat sebuah lubang di kantung udara komponen apung. Karena ia mendengar dari Tazuna, orang tua yang membuat kapal, Kakashi tahu bahwa kantung udara dipenuhi dengan gas helium yang tak mudah terbakar. Kalaupun ada api, tidak akan ada ledakan besar. Jika mereka dapat membuat lubang di kantung udara, ada kemungkinan mereka dapat mendaratkan Tobishachimaru.
RAWIndonesia
「…… 䞊手 く い か ăȘ か っ た ら?」“Bagaimana jika malah semakin buruk?”
「パ ン パ ン に 膚 ら ん だ éąš èˆč に 針 を ćˆș し た こ ず は?」“Apa kau pernah menusuk balon tiup yang telah menggembung dengan jarum?”
「……」「……」
「こ ん ăȘ で か い éąš èˆč を ć‰Č る た は, ă‚Ș ハ も は じ め お だ よ …」“Kalau balonnya sebesar ini, nampaknya ini pertama kali bagiku…”
Tiba-tiba, Kakashi berhenti berbicara. Kahyo menangis, dan kemudian mengangkat wajahnya. Dia bertanya kepadanya apa ada yang salah. Kakashi menahan Kahyo dengan tangannya untuk menyuruhnya diam, karena di pikirannya terdengar Ino berbicara. Kakashi bertanya kepada Ino apakah Garyo sudah diamankan. Ino menjawab Garyo sudah diatasi. Tapi Shikamaru dan yang lainnya masih mengejar tahanan lainnya yang melarikan diri. Beberapa saat yang lalu, Ino menghubungi Tsunade. Dia diberitahu bahwa Tsuchikage sedang menuju ke arah mereka.

Kakashi perlahan melihat situasi di luar kapal. Di bawah pusaran lautan awan berwarna abu-abu, Kakashi memang dapat melihat persiapan mereka. Ada tiga benda yang memancarkan cahaya, yang tengah mendekatinya dengan kecepatan mengejutkan.


Halaman 184 - 185
Kakashi mengingatkan Ino bahwa sebelum Tobishachimaru memasuki Iwagakure, Tsuchikage bermaksud untuk menembaknya jatuh. Kakashi berpikir sambil menatap anak buah Oonoki di bawah: Jika hal itu terjadi, maka menciptakan sebuah lubang di kantung udara dapat menjadi bumerang. Gasnya akan akan keluar dari lubang dan akan mendorong kapal. Jika ia menciptakan lubang di bagian depan kapal, maka pergerakannya akan menuju kearah yang berlawanan. Padahal kapal harus bergerak ke arah depan kapal.

Hembusan angin membuat rambut panjang nan keriting Kahyo berkibar. Melihat itu, Kakashi menyadari bahwa angin bertiup dari arah Timur ke Barat. Kakashi berpikir jika menciptakan lubang di depan kantung udara, Tobishachimaru akan bergerak melawan arus angin. Hal terburuknya, mereka mungkin akan saling dorong dengan arus angin. Jika begitu, mereka akan mati terlempar dan terombang-ambing.

Kecepatan titik cahaya menurun, benda itu nampak hanya berdiam dari bawah. Kakashi meragukan asumsi tersebut, namun akhirnya ia mengerti situasinya. Tobishachimaru tidak berada dalam batas jangkauan terbang Tsuchikage. Bahkan, ketinggina kapal telah meningkat lebih tinggi dari batas ketinggian yang dapat mereka jangkau. Kakashi kemudian meneruskan kontak dengan Ino:
RAWIndonesia
“こ た èˆč は, 撃 づ 萜 ず さ せ ăȘ い”“Aku takkan membiarkan mereka menembak jatuh kapal ini.”
“え え, そ ん ăȘ こ ず に は ăȘ り ăŸ せ ん”“Sungguh, hal seperti itu takkan terjadi”
“… ăȘ に?”“…apa?”
“よ く 聞 い お く だ さ い, ă‚« ă‚« ă‚· 慈生” い た が 蚀 っ た. “ç¶± 手 様 か ら た 指什 で す, た だ づ に 飛 鯱 äžž を 爆砮 し お く だ さ い”“Tolong dengarkan baik-baik, Kakashi-sensei” ucap Ino. “Ini perintah dari Tsunade-sama. Tolong segera ledakkan Tobishachimaru “
“づ ょ っ ず ćŸ… お …… èˆč に は ăŸ だ 生歘 者 が …”“Tunggu sebentar… Di kapal masih ada yang selamat.”
“戆 か っ お ăŸ す” 通信 を 戇 り あ げ る ăŸ え に, い た は 感情 を äș€ え ず に そ う 蚀 っ た. “そ れ は ç¶± 手 様 だ っ お 戆 か っ お い ăŸ す”“Aku tahu.” Sebelum mengakhiri komunikasi, Ino berbicara tanpa emosi.“Tsunade-sama juga tahu.”
Mata Kakashi lalu terjutu ke dalam ruang dapur, melihat orang-orang yang sedang meringkuk di lantai. Beberapa orang telah roboh. Mulut mereka terbuka lebar, berjuang untuk bernapas. Ada penurunan suhu yang mendadak, sehingga semua orang menggigil dan gemetar. Kakashi kemudian bertanya kepada pilot berapa ketinggian sekarang. Salah satu pilot, yang sedang berjongkok dan memegang lututnya, mengangkat wajahnya. Bibirnya membiru.

Dia menjawab bahwa mereka tak memiliki dasar yang pasti untuk mengetahui secara persis berapa ketinggiannya sekarang. Namun, dilihat dari atmosfernya yang tipis, ia tadi berpikir, mereka telah melebihi ketinggian 13.000 meter. Ketinggian tersebut diketahui 10 menit sebelum Tobishachimaru mengalami kerusakan.


Halaman 186 - 187
Awalnya, kapal terbang pada ketinggian 5.000. Tetapi karena situasi kacau sebelumnya, ketinggian terbang mereka meningkat. Saat itu, Kakashi berasumsi ketinggiannya 7.000 meter. Jadi sekarang ia menganggap bahwa mereka telah meningkat sebanyak 6.000 meter dalam 10 menit, jika pilot memperkirakan bahwa mereka sedang terbang pada ketinggian 13.000 meter, maka 10 menit lagi, mereka akan naik paling tidak 7.000 meter lagi. Dengan kata lain, jika terus meninggi dengan tingkat ini, maka 10 menit berikutnya, kapal akan mencapai ketinggian 19.000 meter. Darah dalam tubuh mereka akan mendidih! Dia tak bisa membiarkan hal seperti itu terjadi. Kakashi panik dan mencoba untuk memikirkan sebuah solusi.

Pertama, karena perbedaan tekanan atmosfer, kantung udara akan meledak. Untuk mencegah hal itu, mereka harus membuat lubang di kantung udara untuk menurunkan ketinggian. Dan setidaknya kantung udaranya tidak akan meledak seketika.
RAWIndonesia
が、ă“ăźæ°—æ”ăźäž­ă§æ°—ćšąă‚’ç ŽćŁŠă—ăŠ、ă„ăŸăźă‚ȘăƒŹă«éŁ›éŻ±äžžă‚’ă‚łăƒłăƒˆăƒ­ăƒŒăƒ«ă§ăă‚‹ăźă‹。。。?Tapi, jika aku menghancurkan kantung udara dalam arus udara sekarang, apa aku nantinya bisa mengontrol Tobishachimaru…?
「あ た 慉 た ç‚č は?」“Apa sebenarnya cahaya terang itu?”
èŻ æ°· た 棰 は, し か し, ă‚« ă‚« ă‚· た è€ł に は ăŸ っ た く ć…„ ら ăȘ い. も う 侀ćșР㐌 じ こ ず を 蚊 か れ お, よ う や く 我 に か え っ た.Kahyo bertanya demikian. Namun, suaranya sama sekali tak mencapai telinga Kakashi. Mendengar pertanyaan yang sama sekali lagi, Kakashi akhirnya mendengarkan.
「ćČ© 隠 れ た 㜟 ćœ± だ よ」 ず, ど う に か èż” äș‹ を し た.“Itu Tsuchikage dari Iwagakure.” ia menjawab bukan dengan jawaban inti.
「こぼèˆčă«é’ç«çČ‰ăŒăŸăŁă·ă‚Šç©ăŸă‚ŒăŠă„ă‚‹ă“ăšă‚’çŸ„ăŁăŠă„ăŠ、ćČ©éš ă‚Œă«ć…„ă‚‹ć‰ă«æ’ƒăĄèœăšă™ă€ă‚‚ă‚Šă 」“Karena mereka tahu bahwa kapal ini penuh dengan Aobiko, mereka berniat untuk menembak jatuh kapal ini sebelum memasuki Iwagakure”
「それだけじゃăȘい。ăŸăŁăŸă„ăŸ、æœšăƒŽè‘‰ă‹ă‚‰æŒ‡ä»€ăŒć…„ăŁăŸ……ă‚Șハは、こぼèˆčを爆砮しăȘきゃăȘらăȘい」“Bukan hanya itu. Baru saja, aku menerima perintah dari Konohagakure untuk meledakkan kapal ini.”
「そ ん ăȘ!」 èŻ æ°· が ć« ん だ. 「こ た èˆč に は, ăŸ だ 生歘 者 が い る た よ!」“Perintah macam apa itu! Kahyo berteriak. “Masih ada korban di kapal ini!”
ă‚« ă‚« ă‚· は 苊 し げ に 県 を 䌏 せ た.Kakashi dengan sedih menurunkan matanya.
「ご め ん ăȘ さ い ……」 ず, èŻ æ°·. 「ぜ ん ぶ 私 た づ た せ い だ わ」“Maafkan aku” ucap Kahyo. “Ini semua karena kami.”
「ă‚Șレは濍だ。æ­»ăŹèŠšæ‚ŸăŻă§ăăŠă„ă‚‹。だけど……こぼèˆčにäč—っおいるäșșたちは、ăăŁăšă“ăźéŠèŠ§éŁ›èĄŒă‚’ăšăŠă‚‚æ„œă—ăżă«ă—ăŠă„ăŸăŻăšăȘんだ。ăŸă•ă‹、こんăȘこずにăȘるăȘんど……」“Aku seoranng shinobi. Aku siap untuk mati. Tapi… orang-orang yang berada dalam kapal ini, pasti mereka sangat menantikan demo penerbangan kapal ini. Mereka tak mengira hal seperti ini terjadi…”
èŻ æ°· が, 攇 を 晛 ん だ.Kahyo menggigit bibirnya.
「す ăŸ ăȘ い ……」 ă‚« ă‚« ă‚· は 続 け た. 「き み を èČŹ め る ぀ も り は ăȘ か っ た ん だ」“Maaf…” Lanjut Kakashi. “Aku tak bermaksud menyalahkanmu.”
「う う ん」 èŻ æ°· は か ぶ り を ご っ た. 「èČŹ め ら れ お ćœ“ç„¶ よ」“Tidak.” Kahyo menggeleng. “Kau wajar jika mau menyalahkanku.”
「ă‚Ș ハ に は も う …… 打 ぀ 手 が ăȘ い」“Tidak ada… yang bisa kulakukan “
「è‰éš ă‚Œăźé‡Œă‚’ć‡șă‚‹ć‰ă«、こぼèˆčを着陾させればいいぼね?」èŻæ°·ăŻéĄ”ă‚’、æ±șæ­»ăźèĄšæƒ…ă§æŸ“ă‚ăŸ。「だ っ た ら, 気 暱 を ç Ž り ăŸ し ょ う」“Sebelum memasuki kawasan Kusagakure, haruskah kita mendaratkan kapal ini?” Warna dan ekspresi wajah Kahyo mengindikasikan bahwa dia siap untuk mati. “Jika itu masalahnya, maka ayo kita hancurkan kantung udaranya.”

Halaman 188 - 189
RAWIndonesia
「ダメだ」今ćșŠăŻ、ă‚«ă‚«ă‚·ăŒéŠ–ă‚’ă”ă‚‹ç•Șだった。「æ°—ćšąă«ç©Žă‚’ă‚ă‘ăŸăšă“ă‚ă§、こぼèˆčăŻæ°—æ”ă«ă‚‚ăżăăĄă‚ƒă«ăȘă‚‹ăźăŒé–ąăźć±±ă 」“Sepertinya situasi takkan membaik.” Sekarang, giliran Kakashi yang menggeleng. “Kalaupun kita membuat lubang pada kantung udara, paling-paling kita hanya akan berdesakan dengan arus udara.”
「私 は「 穎 を あ け ăŸ し ょ う 」ăȘ ん お 蚀 っ お ăȘ い」“Aku tidak mengatakan「Ayo kita membuat lubang」”
「…?」「…?」
「「 気 暱 を ç Ž り ăŸ し ょ う 」ず 蚀 っ た た よ」“Yang kukatakan adalah「Ayo kita hancurkan kantung udaranya」”
ă‚« ă‚« ă‚· は 県 を す が め た.Kakashi menyipitkan matanya.
「䞀か慫か、やっどみるしかăȘい」ć€§ăăȘ瞳にæ±ș濃をみăȘぎらせど、èŻæ°·ăŒèš€ăŁăŸ。「ă‚‚ă†ă“ă‚Œä»„äžŠ、ă ă‚Œă«ă‚‚æ­»ă‚“ă§ă»ă—ăăȘいから」“Dalam pertaruhan tinggi dan keputusasaan seperti ini, mungkin kita harus mencobanya” ucap Kahyo sambil melebarkan matanya yang besar. “Karena aku tak ingin orang lain mati lagi”
Setelah Kahyo selesai bicara, Kakashi menghadap buritan kapal. Di seberang perancah yang melayang di udara, ada tangga besi. Tangga itu awalnya ia digunakan untuk menyelinap kedalam kapal Tobishachimaru dalam komponen penggerak. Dia akhirnya berhasil mencapai tempat tersebut. Karena bagian ruang pilot dan gondola ruang tamu keduanya telah jatuh ke bawah, baling-baling dalam komponen penggerak telah berhenti berputar. Dia memanjat tangga dan perancah tersebut, tempat tersebut biasa digunakan oleh para pekerja melakukan perbaikan. Dari sana, dia bisa menyentuh kantung udara dalam komponen apung dengan tangannya.
RAWIndonesia
や る し か ăȘ か っ た.Aku harus melakukannya.
ă“ăźăŸăŸéŁ›éŻ±äžžăŒäžŠæ˜‡ă‚’ç¶šă‘ă‚Œă°、ă©ă†ă›ć…šć“ĄăŒæ­»ăŹ。いや、ăăźć‰ă«、鹚にäč—ăŁăŠè‰éš ă‚Œăźé ˜ç©șをć‡șたべたん、ćœŸćœ±ă«èżŽæ’ƒă•ă‚ŒăŠă—ăŸă†。æ°—ćšąă‚’ç ŽăŁăŠă‚‚、ăŸăĄăŸăĄç«ăźæ‰‹ăŒć›žăŁăŠ、みんăȘç„Œă‘æ­»ă‚“ă§ă—ăŸă†ă‹ă‚‚ă—ă‚ŒăȘい。Jika Tobishachimaru terus meninggi pada tingkat ini, semua orang akan mati. Tidak, sebelum itu, kapal akan tiba dalam wilayah udara teritorial Kusagakure karena terhembus oleh angin. Kalau itu terjadi, kita akan dicegat oleh Tsuchikage. Bahkan jika kita menghancurkan kantung udara, kemungkinan apinya akan menyebar, dan semua orang akan terbakar sampai mati.
「èĄŒ く も 朰獄, 退 く も 朰獄 か …」“Kulakukan atau tidak, tetap salah…”
搭 äč—ćźą ăŸ づ は, す で に èˆč怉 ぞ 避難 さ せ お い る.Para penumpang telah berlindung di dalam palka kapal.
æ·±ć‘Œćžă‚’ăČăšă€ă€ăăš、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻæ°—ćˆă‚‚ă‚ăšă‚‚、ăƒăƒŁă‚Żăƒ©ă‚’èŸŒă‚ăŸă‚ŻăƒŠă‚€ă‚’æ°—ćšąă«éŁ›ă°ă—ăŸ。Mengambil napas dalam-dalam, semua berkumpul dan berteriak menyemangati, Kakashi menusuk kantung udara dengan kunai yang telah dialiri chakra.
ガ キ ン ッ!“Gakinn!” (Boom!)
ク ナ ă‚€ た 戃 が 気 暱 を èČ« き, 火花 が æ•Ł っ た.Ujung kunai menembus kantung udara. Percikan bunga api tersebar.
バチバチ、べい、べいう氏さăȘéŸłăŒè€łæœ¶ă‚’æ‰“ă€。続いお、ヘăƒȘォムガă‚čが拱いよく普ć‡șした。‘Bachibachi’ suara retak-retakan terdengar, suara kecil tersadap di telinga nya. Gas helium dengan deras menyembur keluar.
「!」「!」
そ し お, や は り 恐 れ お い た こ ず が, è”· こ っ た.Dan kemudian keadaan berubah menjadi situasi yang ditakuti.
はじめは氏さăȘ、è”€ă„ç«ă ăŁăŸ。それが、ă»ă‚“ăźćç§’ćŸŒă«ăŻ、æ°—ćšąăźćŸŒéƒšă‚’ç„Œăć°œăă—ăŠă„ăŸ。Awalnya apinya kecil. Hanya dengan 10 detik, api telah membakar seluruh kantung udara.


Halaman 190
RAWIndonesia
ギ ă‚Ș ă‚Ș ă‚Ș ă‚Ș ă‚Ș ă‚Ș ă‚Ș!Gooooooo! (/Suara ledakan api)
æ°—ćšąăźć€–çšźăŒäž€æ°—ă«ç‡ƒăˆă‚ăŒă‚Š、そぼ炎がç©șæ°—ă‚’ć·»ăèŸŒă‚“ă§ć ăˆăŸ。ăŸăŸăŸăé–“ă«ç«ăŻæ”źćŠ›éƒšć…šäœ“ă«ć›žăŁăŸ。Seketika, lapisan luar kantung udara terbakar. Api itu tertelan udara dengan suara gemuruh. Dalam sekejap, api sepenuhnya membakar komponen daya apung.
そ れ ず ćŒæ™‚ に, 飛 鯱 äžž が 錻 靱 を 朰靱 に 搑 け お, 萜䞋 を は じ め た.Disaat yang sama, bagian depan Tobishachimaru menghadap ke tanah. Kapal mulai menukik.
ă‚«ă‚«ă‚·ăŻæąŻć­ă‚’éŁ›ăłé™ă‚Š、ćź™ćŠă‚Šăźè¶łć Žă‚’é§†ă‘æˆ»ăŁăŸ。そぼ頭侊では、炎にăȘă‚ă‚‰ă‚ŒăŸæ°—ćšąăŒ、ăŸă‚‹ă§ç„žă«æ¶ˆă—ă‚Žăƒ ă§ă‚‚ă‹ă‘ă‚‰ă‚ŒăŠă„ă‚‹ă‹ăźă‚ˆă†ă«、éȘšç”„ăżă ă‘ă‚’æź‹ă—ăŠ、どんど ん 消 え お ăȘ く ăȘ っ た.Kakashi melompat dari tangga. Dia berlari kembali ke perancah yang menggantung. Diatas kepalanya, kantung udara tengah terjilat-jilat oleh api. Seakan kantung udara tengah dilenyapkan oleh Tuhan. Kerangka kantung udara mulai terlihat.
æ”źćŠ› が 怱 わ れ お い く.Daya apungnya hilang.
ćŽšæˆżă«éŁ›ăłèŸŒă‚“ă ăšăă«ăŻ、ă™ă§ă«èŻæ°·ăŒć°ă‚’ç”ăłç”‚ăˆ、èĄ“ă‚’ç™ș拕しどいた。Ketika ia melompat ke dapur, Kahyo sudah dselesai melakuka segel nya. Dia baru saja melepaskan jutsu.
「æ°· 遁 · 㜰 鎖 連 æ°·!」Hyouton: Jisarenhyou!
そ た 棰 は éąš に か き 消 さ れ た が, ćœŒć„ł た èĄ“ た ほ う は, そ う じ ゃ ăȘ か っ た.Meskipun suaranya kalah dengan suara angin, jutsu nya sendiri nampak tak kalah oleh hembusannya.
萜䞋 す る èˆč䜓 を, 性 き ăȘ èĄ 撃 が çȘ き 侊 げ た.Sebuah hentakan kuat mengangkat lambung kapal yang sedang jatuh.
「!?」「!?」


Halaman 191
RAWIndonesia
飛鯱䞞は䞀ćșŠè·łă­äžŠăŒă‚Š、æŹĄă„ă§、èŻæ°·ăŒćœ°éŽ–é€Łæ°·ă§äœœă‚Šć‡șă—ăŸæ°·ăźæżăźäžŠă«èœăĄăŸ。Tobishachimaru sedikit melonjak. Selanjutnya, kapal jatuh ke papan es yang dibuat oleh jutsu Jisarenhyou Kahyo.
そ た èĄ 撃 で, ăŸ た ギ ン ド ラ た 侀郹 が 掩 れ 萜 づ た.Karena benturannya, bagian lain gondola hancur berantakan.
èŻæ°·ăŻ、ć°ă‚’ç”ă‚“ă ăŸăŸ、é™șă—ă„éĄ”ă€ăă§èĄ“ă«é›†äž­ă—ăŠă„ă‚‹。ă‚ˆă»ă©ăźèČ æ‹…ăŒă‹ă‹ăŁăŠă„ă‚‹ăźă ă‚ă†、ăăźè…•ăŻăƒ–ăƒ«ăƒ–ăƒ«éœ‡ăˆ、é«Șは逆立づ、ăŽă‚…ăŁăšç”ă‚“ă ćŁăźç«Żă‹ă‚‰ăŻæ”èĄ€ă—ăŠă„ăŸ。Saat Kahyo mengaktifkan segel, ia berkonsentrasi pada jutsunya sambil terlihat muram. Mungkin karena beban besar yang sedang ia tahan, lengan Kahyo menggigil dan gemetar. Rambutnya berdiri. Ia menutup mulutnya dengan erat, dan dari mulutnya itu keluarlah darah.
ăƒăƒŁă‚Żăƒ©ă‚’ăŸăšăŁăŸæ°·ăźæżăŻ、ăŸă‚‹ă§éŁ›éŻ±äžžăźèˆčćș•ă‹ă‚‰ç”Ÿăˆć‡șă—ăŠăă‚‹ă‹ăźă‚ˆă†ă«、ăăźèĄŒăæ‰‹ă«ă©ă‚“ă©ă‚“ăźăłăŠă‚†ă。Chakra ia tanamkan di papan esnya, tampak seolah-olah es tersbut tumbuh keluar dari bagian bawah Tobishachimaru. Jalan tersebut secara bertahap terus memanjang.
é›Čæ”· に é ­ か ら çȘ っ 蟌 む ず, é›Č が ブ ワ ッ ず 抌 し ćșƒ げ ら れ, èˆč を 搞 み 蟌 ん だ.Kapal mulai terjun ke lautan awan, secara paksa awan menyebar terpisah dengan bunyi ‘buwa’ (/wusss). Seakan awan telah menelan kapal.
気 攁 に 攁 さ れ そ う に ăȘ る た び に, æ°· た 觊手 が èˆč䜓 を ćŒ· ćŒ• に ćŒ• き 戻 し た.Setiap kali hembusan udara menggoyahkan kapal, tentakel es memaksa mengembalikan lambung kapal untuk tetap berada di papan es.
「ă“ăźăŸăŸèˆčを着陾させる…」éŁŸă„ă—ă°ăŁăŸæ­Żăźă‚ă„ă ă‹ă‚‰、èŻæ°·ăŻèš€è‘‰ă‚’æŠŒă—ć‡șした。“Aku akan mendaratkan kapal dengan cara ini…” Melalui sela-sela gigi yang dengan erat ia tutup, Kahyo berusaha bicara seperti itu.
「ç”¶ ćŻŸ に æˆćŠŸ さ せ お み せ る」“Aku pasti akan berhasil.”
é›Č た äž­ は 灰 侀è‰Č で, ăȘ に も 芋 え ăȘ い.Mereka tak bisa melihat apa-apa, kecuali warna pucat awan.
æ€„æż€ăȘèœäž‹ă«、è€łăŒæ°—ćœ§ăźć€‰ćŒ–ă«ă€ă„ăŠă„ă‘ăȘい。ć›șć”Ÿă‚’ć‘‘ă‚€ăš、è€łă‚’ă”ă•ă„ă§ă„ăŸç©șæ°—ăŒæŠœă‘ăŠ、éąšăźéŸłăŒéźźæ˜Žă«ăȘった。Karena kapal itu terjun secara tiba-tiba, telinga mereka tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tekanan atmosfer. Mereka menelan air liunya sendiri karena situasinya tegang. Mereka menutup telinga, udara tak masuk, terdengarlah suara angin berubah menjadi bergemuruh.
æ°—ćšąăŻ、ă»ă‚“ăźäž€ćˆ†è¶łă‚‰ăšă§、ほずんどéȘšæ Œă ă‘ă«ăȘった。ç‡ƒăˆæź‹ăŁăŸéȘšç”„ăżăŒ、é»’ăăă™ă¶ăŁăŠă„ă‚‹。Kurang dari 1 menit, kantung udara hanya tersisa kerangkanya saja. Sisa-sisa kerangka yang terbakar mengeluarkan asap hitam.


Halaman 192 - 193
RAWIndonesia
炎は、ăŸă ç‡ƒă‚„ă›ă‚‹ă‚‚ăźăŒă‚ă‚‹ăŻăšă 、ăšă„ă‚ă‚“ă°ă‹ă‚Šă«、ć‰ăžć‰ăžăšäŸ”æ”»ă—ăŸ。ă‚«ă‚«ă‚·ăšèŻæ°·ăźé ­äžŠă«ăŻ、青い炎べ灰è‰Čたé›Č仄怖、ăȘにもăȘくăȘっどいた。Api masih bisa membakar lebih luas kedepan. Diatas Kakashi dan Kahyo, tak terlihat apapun kecuali api biru dan awan kelabu.
飛鯱䞞はé›ČをçȘăç ŽăŁăŠ、èœäž‹ă‚’ç¶šă‘ăŸ。ćłă«ć·Šă«ă¶ă‚ŒăŸăŒ、ăăźăŸăłă«èŻæ°·ăŒă€ă‚‰ă‚‰ă§ă‚ŹăƒŒăƒ‰ă‚’äœœăŁăŠ、èˆčăŒæżăźäžŠă‹ă‚‰æ»‘ă‚ŠèœăĄăȘă„ă‚ˆă†ă«ă—ăŸ。Saat Tobishachimaru terus jatuh menembus awan. Setiap kali kapal mengguncang kekanan atau kiri, Kahyo membuat penjaga es untuk mencegah kapal tergelincir dari atas papan.
性 ç Ž し た 飛 鯱 äžž は, ぐ ん ぐ ん 高ćșŠ ă‚’ 例 げ お い く.Tobishachimaru mengalami kerusakan serius yang terus belanjut. Ketinggian terus menurun.
ず, 䜓 が ご わ り ず æ”ź き 侊 が る よ う ăȘ 感 じ が し た.Kemudian, mereka seolah-olah merasakan tubuhnya mengambang dengan lembut.
「!?」「!?」
ă‚« ă‚« ă‚· た 䜓 は, 漟 際, 侀瞬 漙 に æ”ź い お い た.Untuk sesaat, tubuh Kakashi praktis mengambang di udara.
「ど う し た ん だ!?」“Apa yang terjadi!?”
「æ°Žćˆ†ăŒè¶łă‚ŠăȘい!」èŻæ°·ăŒć«ăłă‹ăˆă™。「æ°·ă‚’äœœă‚‹ăŸă‚ăźæ°Žćˆ†ăŒè¶łă‚ŠăȘいぼ!」“Kelembabannya tak cukup!” Teriak Kahyo. “Kelembabannya tak cukup untuk menghasilkan es!”
「!」「!」
ç Žă‚ŒăŸćŽšæˆżăźćșŠă‹ă‚‰äž‹ă‚’ぼまくべ、ăă‚ŒăŸă§éŁ›éŻ±äžžă‚’ăźă›ăŠă„ăŸæ°·ăźæżăŻ、è·Ąćœąă‚‚ăȘăæ¶ˆăˆăŠă„ăŸ。Mengintip melalui bawah lantai dapur yang berlubang, Kakashi melihat papan es dibawah Tobishachimaru… Papan es itu lenyap tanpa jejak.
はるか例æ–čには、黄è‰Čăźć€§ćœ°ăŒćșƒăŒăŁăŠă„ă‚‹。çŽ…è‘‰ă—ăŠă„ă‚‹ć±±ă€…、ăă—ăŠă‚­ăƒ©ă‚­ăƒ©ć…‰ă‚‹ć·ăŒæ”ă‚ŒăŠă„ăŸ。Jauh di bawah, terlihat daratan dan gunung-gunung berwarna kuning musim gugur membentang. Terlihat juga kilauan sungai yang mengalir.
æ°· た æ”Ż え を 怱 っ た 飛 鯱 äžž は, ほ ず ん ど 枂目 に 萜䞋 し お い た.Tobishachimaru kehilangan es yang menahannya, kapal itu jatuh secara vertikal.
高ćșŠăŒäș”ćƒăƒĄăƒŒăƒˆăƒ«ă‚’ćˆ‡ăŁăŸă“ăšăŻ、ćŸ…ăĄă‹ă­ăŸă‚ˆă†ă«éŁ›æ„ă—ăŸćœŸćœ±ă‚’èŠ‹ăŠ、戆かった。Setelah ketinggian mencapai 5.000 meter, Kakashi mengetahui bahwa Tsuchikage akan menunggunya dan terbang datang kepadanya.
黒 ツ チ ず 蔀 ツ チ を し た が え た ă‚Ș ă‚Ș ノ キ が, 飛 鯱 äžž に ăȘ ら ぶ.Kurotsuchi dan Akatsuchi mendamingi Oonoki. Mereka berbaris segaris dengan arah terjun Tobishachimaru.
「おい、ă‚«ă‚«ă‚·、ă©ă†ă‚„ă‚‰ă“ă‚ŒăŸă§ăźă‚ˆă†ă˜ă‚ƒăœ!」ćœŸćœ±ăŒć‘Œă°ă‚ăŁăŸ。「お才らだけăȘă‚‰ćŠ©ă‘ăŠă‚„ă‚Œă‚‹……愳、ă‚«ă‚«ă‚·、éŁ›ăłç§»ă‚Œ!」“Oi! Kakashi, bagaimanapun caranya, nampaknya akan tetap seperti ini!” Teriak Tsuchikage. “Jika saja cuma kalian, aku bisa menyelamatkan.. Hey Nona dan Kakashi, melompatlah ke arah kami!”
ă‚« ă‚« ă‚· ず èŻ æ°· は, 県 を 芋 äș€ わ し た.Kakashi dan Kahyo bertukar pandang.
èŻ æ°· が う ăȘ ず く.Kahyo mengangguk.
そ れ だ け だ っ た.Hanya itu kesempatan mereka.
そ れ だ け で, ă‚« ă‚« ă‚· は ćœŒć„ł が è‡Ș 戆 ず 㐌 じ 気 持 づ で あ る こ ず が 戆 か っ た.Hanya dengan pandangan, Kakashi mengerti bahwa mereka berdua merasakan hal yang sama.
「ăȘ に を や っ ず る!? さ っ さ ず せ ん ăȘ ら, お 才 ら ご ず そ た èˆč を 撃 づ 萜 ず す し か …」“Apa yang kau lakukan!? Jika kalian tak melompat dengan cepat, kalian berdua juga akan kena tembak bersama dengan kapalnya… “
が, 盾 手 に æœ€ćŸŒ ăŸ で し ゃ ăč ら せ る ほ ど, ă‚« ă‚« ă‚· は 悠長 で は ăȘ か っ た.Namun, Kakashi sengaja tak menunggu sampai rekan-rekannya selesai berbicara.
èŻ æ°· た 揣 か ら, あ っ, ず い う 驚 き た 棰 が 挏 れ る.‘Ah!’, suara terkejut keluar dari mulut Kahyo.
ドッべçȘé€Čă—ăŸă‹ăšæ€ă†ăš、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻç Žă‚ŒăŸćșŠæżă‚’èčŽăŁăŠ、èˆč怖ぞ飛びć‡șしどいた。Tiba-tiba tanpa pikir panjang, Kakashi menggebrak papan lantai yang retak. Dia melompat keluar dari kapal.
そ た 䜓 が 漙 を 舞 っ た.Tubuhnya bergetar di udara.
ă‚«ă‚«ă‚·ăšć€§ćœ°ăźé–“ă«ăŻ、æ•°ćƒăƒĄăƒŒăƒˆăƒ«ăź、ç©șăŁăœăźç©ș間しかăȘかった。鱹がそぼ銀é«ȘをăȘぶり、ăăźçœŒă«ăŻæ°·ăźă‚ˆă†ă«ć›șă„æ„ćż—ăŒćźżăŁăŠă„ăŸ。Angin menggerak-gerakkan rambut peraknya. Keyakinan yang tinggi terlihat dalam tatapan matanya.
「よ し, こ い!」“Yosh, aku datang!”


Halaman 194 - 195
RAWIndonesia
が、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻăźă‘ăžăŁăŸă‚Șă‚ȘăƒŽă‚­ăźé ­äžŠă‚’è·łăłè¶Šăˆ、è”€ăƒ„ăƒăźé ­ă‚’ăƒˆăƒłăƒƒăšèčŽăŁăŠ、ă•ă‚‰ă«è·łæąă—ăŸ。Namun, Kakashi melewati Oonoki. Ia berpijak pada kepala Akatsuchi dengan suara ‘tonn’, ia melompat.
「ăȘ, ăȘ に を や っ ず る ん じ や!」“Ap- Apa yang kau lakukan!”
「ă‚« ă‚« ă‚·!」 èŻ æ°· も, 㜟 ćœ± に èČ  け じ ず ć« ん だ.“Kakashi!” Teriak Kahyo, Tsuchikage juga berteriak demikian padanya.
カカシは、慹èș«ăźăƒăƒŁă‚Żăƒ©ă‚’ćłè…•ă«é›†ă‚ăŸ。「ă‚ȘăƒŹăŒç”¶ćŻŸă«é›šă‚’é™ă‚‰ă›ă‚‹!」Kakashi mengumpulkan semua chakra nya ke dalam lengan kanannya. “Aku harus membuat membuat hujan!”
「ă‚« ă‚« ă‚·!」“Kakashi!”
「あ ず は é Œ ん だ ぞ, èŻ æ°·!」“Kupercayakan sisanya padamu, Kahyo!”
ăŸă¶ă—ă„ă»ă©ç™œç†±ă—ăŠă„ă‚‹ćłè…•ă‚’ć€§ăăćŸŒă‚ă«ćŒ•ăăš、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻæžŸèș«ăźçŽ«é›»ă‚’é›šé›Čă«ăŸăŸăă€ă‘ăŸ。Ia menahan lengan kanannya yang kini penuh kilatan yang memijar. Sekuat tenaga, Kakashi melancarkan jutsu Shiden ke dalam awan hujan.
「う お お お お お お!」“Wuohhhhhhh!”
ド ă‚Ș ă‚Ș ă‚Ș ン ッ!Dooooon! (Boom!)
ăăźă‚ăŸă‚Šăźă™ă•ăŸă˜ă•ă«é›Čがć‰Čれ、侀瞬、青ç©șăŒćžŁé–“èŠ‹ăˆăŸ。ă‚«ă‚«ă‚·è‡Șèș«、è‡Șćˆ†ăźæŠ€ă«、è‡Ș戆è‡Șèș«ăŒćčăéŁ›ă°ă•ă‚ŒăŸă»ă©ă ăŁăŸ。Dengan intensitas yang nampak berlebihan, awan berpisah. Sesaat, terlihat sekilas langit biru. Kekuatannya luar biasa, sampai-sampai Kakashi terpesona dengan tekniknya sendiri.
㜟 ćœ± が, 県 を 芋 ćŒ” っ た.Mata Tsuchikage melebar.
カカシた慚èș«ă‹ă‚‰ă»ăšă°ă—ăŁăŸé›·ăŻ、ăŸă‚‹ă§è§Šæ‰‹ăźă‚ˆă†ă«ć››æ–čぞたびć‡șし、雹é›ČをèČ«ă。ăŸăĄăŸăĄé›·ăŒé›·ă‚’ć‘Œăł、雹é›ČăŒćŻ„ă‚Šé›†ăŸăŁăŠ、ăƒăƒăƒăƒăšæ”Ÿé›»ă‚’ăŻă˜ă‚ăŸ。Petir melonjak keluar dari seluruh tubuh Kakashi. Benar-benar seolah ia memiliki tentakel petir, yang memanjang ke segala arah dan menembus awan hujan. Tiba-tiba, petir tersbut memicu terjadinya guntur. Awan hujan dikumpulkan, dan mulai bersuara ‘bachibachi’ seperti decitan listrik.
「ć± ăȘ い, 㜟 ćœ± 様!」 蔀 ツ チ が ć« ん だ. 「早 く ワ ă‚€ た ćœ± に 隠 れ る だ に!」“Ini berbahaya, Tsuchikage-sama!” Teriak Akatsuchi. “Cepat, sembunyilah dibalik tubuhku!”
「ă„ă‚‰ăŹäž–è©±ă˜ă‚ƒăœ!」ă‚Șă‚Șノキが侀斝した。「ăŸăŁăŸă、æœšăƒŽè‘‰ăźă‚‚ă‚“ăŻç„ĄèŒ¶ă‚’ă—ă‚ˆă‚‹ăœ…」“Takkan membantu!” Teriak Oonoki dengan suara menggelegar. “Serius deh, kelakuan orang-orang Konoha memang sembrono…”
ă‚Žăƒ­ă‚Žăƒ­ăšé›·éłŽă‚’èœŸă‹ă›ă‚‹é›šé›Č。。。ăƒ”ă‚·ăƒŁăƒƒăšèœăĄăŸçšČćŠ»ăŒ、ćœ°äžŠăźæ„“ăźć€§æœšă‚’、ăŸăŁă·ăŸă€ă«ćŒ•ăèŁ‚ă„ăŸ。Awan hujan meraung dengan dengan suara guntur: ‘gorogoro’. Kilatan Petir terjun dengan suara ‘pishaa’ (membanting). Sebuah pohon maple besar di tanah terbelah dua.
「黒 ツ チ! あ た バ ă‚« を ㊩ け お や れ!」“Kurotsuchi! Selamatkan si bodoh itu! “
ćœŸćœ±ăźć‘œä»€ă«ćŸ“ăŁăŠ、æ°—ă‚’ć€±ăŁăŠèœäž‹ă—ăŠă‚†ăă‚«ă‚«ă‚·ă‚’、é»’ăƒ„ăƒăŒćłćș§ă«èżœă„かける。 é™ り だ し た 雹 た æœ€ćˆ た ăČ ず çȒ が, 黒 ツ チ た é Ź に ćœ“ た っ た.Sesuai perintah Tsuchikage itu, Kurotsuchi segera mengejar Kakashi. Dia jatuh dan kehilangan kesadaran. Tetesan air awal hujan menerpa pipi Kurotsuchi.
ăšă„ă¶ă‚“æ°—ă‚’ć€±ăŁăŠă„ăŸă‚ˆă†ă«æ€ăˆă‚‹ăŒ、ćźŸéš›ă«ă‚«ă‚«ă‚·ăźæ„è­˜ăŒéŁ›ă‚“ă§ă„ăŸăźăŻ、ă»ă‚“ăźæ•°ç§’ăźă“ăšă ăŁăŸ。Dia nampak hendak lama kehilangan kesadarannya, namun, nyatanya ia hanya pingsan selama beberapa detik.
顔 に 降 り か か る 憷 た い 雹 に, ă‚« ă‚« ă‚· は 薄 盼 を 開 け た.Karena hujan yang dingin jatuh di wajahnya. Kakashi lalu membuka satu matanya
ず た ん, 淚性 ăȘ ćœ± が, 盼 た 才 を か す め お 飛 ん で い っ た.Beberapa saat kemudian, bayangan besar terbang tepat di depan matanya.
「!?」「!?」


Halaman 196 - 197
RAWIndonesia
èŠ‹é–‹ă„ăŸă‚«ă‚«ă‚·ăźçœŒă«、ç Žă‚ŒăŸă‚Žăƒłăƒ‰ăƒ©ăźäž­ă§、ćż…æ­»ă«ć°ă‚’ç”ă‚“ă§ă„ă‚‹èŻæ°·ăźć§żăŒæ˜ ăŁăŸ。Kakashi membuka matanya. Pada bagian sisa gondola, dia bisa melihat sosok Kahyo, yang tengah panik membuat segel.
降りしきる雹が、ćœ°éŽ–é€Łæ°·ă«ć‘ŒăłćŻ„ă›ă‚‰ă‚Œ、ă„ăŸă‚„æź‹éȘžăšćŒ–ă—ăŸéŁ›éŻ±äžžăźèˆčćș•に、æ°·ăźç”æ™¶ă‚’äœœăŁăŠă‚†ă。Hujan turun tak kunjung berhenti. Setelah hilangnya Jisarenhyou, sekarang bagian bawah Tobishachimaru berubah menjadi puing-puing. Kahyo terus membuat kristal es.
èˆčćș• か ら た び ć‡ș し た æ°· た 甐晶 は, 怩ç©ș に 茝 く 癜銀 た 滑 り 揰 を ど ん ど ん 継 ぎ è¶ł し お い っ た.Kristal es memanjang dari bagian bawah kapal. Kilauan warna perak secara bertahap memancar ke langit.
そ た 侊 を 滑 è”° す る, 飛 鯱 äžž.Tobishachimaru meluncur diatasnya.
èˆčが通り過ぎるそばから、ăăźè»Œè·ĄăŒă©ă‚“ă©ă‚“ç •ă‘æ•Łă‚Š、ă‚­ăƒ©ă‚­ăƒ©èŒăăȘăŒă‚‰ćź™ă«èˆžăŁăŸ。ăŸă‚‹ă§éŁ›éŻ±äžžăŒ、ă»ă†ăæ˜Ÿă‹ăȘにかにăȘăŁăŠă—ăŸăŁăŸă‹ăźă‚ˆă†ă«èŠ‹ăˆăŸ。Setelah kapal melewatinya, lintasan es itu terus pecah. (Es) berkilau-kilau di udara. Tampak seolah-olah Tobishachimaru telah berubah layaknya komet.
も し も ć€©ć›œ ぞ た éšŽæź” ず い う も た が あ る ず し た ら ……Bagaikan ‘Tangga Menuju Surga’…
èœŸéŸłă‚’éłŽă‚ŠéŸżă‹ă›ăŠæ»‘ă‚ŠèœăĄăŠă‚†ăéŁ›éŻ±äžžă‚’èŠ‹é€ă‚ŠăȘがら、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻè€ƒăˆă‚‹ăšă‚‚ăȘしに、そんăȘă“ăšă‚’è€ƒăˆăŸ。きっべ、こんăȘæ„Ÿă˜ăȘんだろうăȘ。Suara gemuruh terdengar saat Tobishachimaru terus meluncur. Ketika Kakashi melihatnya, dia tanpa sadar berpikir (tentang ‘Tangga Menuju Surga’). Dia merenungkannya. Ia berpikir bahwa mungkin “Tangga Menuju Surga” terasa seperti itu.
怩ç©ș い っ ぱ い に, 青癜 い æ°· た 甐晶 が, 音 も ăȘ く 挂 っ お い た.Langit dipenuhi kristal es berwarna putih yang hanyut di udara tanpa suara.
「こ い ぀, 県 が 芚 め た よ う だ ぜ」 è€ł 慃 で 棰 が し た. 「ど う す る, じ じ い?」“Sepertinya orang ini terbangun” (Kakashi) mendengar suara di dekat telinganya. “Apa yang harus kita lakukan, pak?”
ă‚« ă‚« ă‚· は, 黒 ツ チ た 肩 に か か え ら れ お い た.Kakashi sedang ditopang oleh bahu Kurotsuchi.
「こい぀は、æœŹæ°—ă§æ­»ăŹă€ă‚‚ă‚Šă ăŁăŸă‚ˆă†ă˜ă‚ƒăœ」ćœŸćœ±ăŒèš€ăŁăŸ。「どうもこうもあるか。あた掄介ăȘèˆčは、ă©ă†ă‚„ă‚‰ăƒŻă‚·ă‚‰ăźé‡ŒăžăŻèœăĄăŠă“ă‚“。じゃったら、こんăȘăšă“ă‚ă«ç”šăŻăȘいぜ」“Sepertinya orang ini akan mati” kata Tsuchikage. “Kita tidak punya pilihan lain. Sepertinya kapal tidak akan jatuh ke desa kita. Dan, kita tidak punya urusan di tempat seperti ini.”
「あ っ」 ず, 蔀 ツ チ が 玠 っ 頓 狂 ăȘ 棰 を あ げ た. 「éŹŒ 燈 柎 か ら, ăȘ ん か 飛 ん で く る だ に」“Ah” Akatsuchi bersuara histeris. “Ada yang terbang ke arah kita dari Houzukijyou.”
ă‚” ă‚€ は ç„Ąèš€ で, 鎻 を 黒 ツ チ に 毄 せ た.Sai diam-diam mendekati Kurotsuchi dengan burung besarnya.
ćœŸćœ±ăŒă†ăȘずくべ、é»’ăƒ„ăƒăŒ「あらよっべ」ず、ă‚«ă‚«ă‚·ă‚’éŽ»ăźèƒŒă«æ”Ÿă‚Šć‡șした。Tsuchikage mengangguk. “Arayotto” (/’Pergilah!) Kata Kurotsuchi. Dia melemparkan Kakashi ke punggung burung itu.
「æˆŠć‹æ°—ćˆ†ă‚‚ăă‚ăă‚ç”‚ă‚ă‚Šă«ă—ă‚ăš、ç¶±æ‰‹ć§«ă«èš€ăŁăšă‘。ăƒŻă‚·ă‚‰ă‚‚ăă‚ăă‚æŹĄăźäž–ä»Łă«é“ă‚’ă‚†ăšă‚‹é ƒćˆă„ă˜ă‚ƒăœ」“Bilang kepada Tsunade-hime, masa jaya kita pasti akan berakhir. Suatu saat nanti, kita akan menyerahkan jalan kita kepada generasi berikutnya.”
そ れ だ け 蚀 い æź‹ し お, ă‚Ș ă‚Ș ノ キ は 飛 び 掻 っ お し ăŸ っ た.Setelah menyampaikan kata-katanya, Oonoki terbang menjauh.
こぼべきはじめど、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻăšă„ă¶ă‚“ćœ°äžŠăžèż‘ă„ă„ăŠă„ă‚‹ă“ăšă«æ°—ăŒă€ă„ăŸ。èŠ‹äž‹ă‚ă™ăš、ç™œç…™ă‚’ă‚ă’ăŠă„ă‚‹éŹŒç‡ˆćŸŽăźäž­ćș­ă§、äșș間たちがケăƒȘăźă‚ˆă†ă«ă†ă”ă‚ă„ăŠă„ăŸ。Lalu untuk pertama kalinya, Kakashi menyadari bahwa mereka mendekati tanah. Menghadap kesana, asap putih mengepul dari halaman Houzukijyou. Orang-orang menggeliat seperti semut.
柎を揖りć›Čむだだっćșƒă„è‰ćŽŸă«、éŁ›éŻ±äžžăŻæ»‘ă‚Šé™ă‚ŠăŸ。éŹŒç‡ˆćŸŽăźć­ŁçŻ€ăźéŽăŽăŸè‰ćŽŸă«、ă‚‚ă†ă‚‚ă†ăšćœŸç…™ăŒèˆžăŁăŸ。Di sekitar benteng ada padang rumput yang luas. Tobishachimaru terjun meluncur disana. Suasananya telah melewati padang rumput Houzukijyou. Awan tebal dan debu berterbangan di sekitar.
飛 鯱 äžž は 草 た 侊 を 滑 り, そ し お, 才 た め り に ăȘ っ お é™æ­ą し た.Tobishachimaru meluncur di atas rumput. Kemudian, kapal membungkuk ke depan. Hingga akhirnya berhenti.
ćŸŽăźă»ă†ăŒă©ă‚ˆă‚ă、ă™ăă«ć°ă•ăȘäșșćœ±ăŒćŸŽé–€ă‚’éŁ›ăłć‡șしど、éŁ›éŻ±äžžă«é§†ă‘ă€ă‘ăŸ。それは、ă©ă†ă‚„ă‚‰ă‚”ă‚Żăƒ©ăźă‚ˆă†ă ăŁăŸ。Keributan terjadi di sisi kastil. Segera, sosok seseorang bergegas keluar dari gerbang istana. Dia datang dan berlari menuju Tobishachimaru. Anak itu tampaknya Sakura.
柎ぼ捗恮では、æż€ă—ă„æˆŠé—˜ăŒèĄŒă‚ă‚ŒăŠă„ăŸ。æ—‹éąšăŒć·»ăè”·ă“ă‚Š、逃げć‡șă—ăŸćŽç›Łè€…ăŸăĄăŒă„ăŁășんにćčăéŁ›ă¶。ăƒȘăƒŒăźæœšăƒŽè‘‰æ—‹éąšă«é–“é•ă„ăȘかった。Di sisi selatan benteng, pertempuran sengit sedang berlangsung. Terciptalah angin kencang, menghembuskan tahanan yang berusaha melarikan diri satu per satu. Tidak salah lagi serangan itu adalah jutsu Konoha Senpuu milik Lee.


Halaman 198 - 199
RAWInggris
柎ぼ侭ćș­ă§äŒžăłçžźăżă—ăŠă„ă‚‹ćœ±ă‚’èŠ‹ăŠ、ă‚·ă‚«ăƒžăƒ«ăŒèžă‚“ćŒ”ăŁăŠă„ă‚‹ăźă ăšćˆ†ă‹ăŁăŸ。 ćŽç›Ł 者 た づ を ăȘ ぎ 怒 し お ゆ く 性 き ăȘ 球 は, チ ョ ォ ゾ た 肉 ćŒŸ 戊 車 だ.Di halaman istana, ia melihat bayangan yang nampak semakin meluas. Dia mengerti itu adalah Shikamaru, yang sedang beraksi. Sebuah bola besar terus menggulung tahanan yang berusaha melarikan diri. Bola itu adalah Nikudansensha, jutsu milik Chouji.
柎 ぞ ず 続 く 侀 æœŹ 道 を 駆 け お く る た は, ç¶± 手 ず ă‚· ă‚ș ネ に 違 い ăȘ い.Dengan gagah berjalan lurus menuju ke kastil, (Kakashi berpikir bahwa) mereka pasti Tsunade dan Shizune.
ă‚·ăƒŽăźèŸČ、ăƒ†ăƒłăƒ†ăƒłăźćżć…·、ă‚­ăƒăšè”€äžž。。。そんăȘä»Č間たちをçœșめどいるべ、ç†±ă„ă‚‚ăźăŒèƒžă«èŸŒăżă‚ă’ăŠăă‚‹ăźă‚’、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻă©ă†ă—ă‚ˆă†ă‚‚ăȘかった。Terdapat pula serangga Shino, senjata-senjata Ninja Tenten, Kiba dan Akamaru… Menatap anak-anak tersebut, perasaan hangat mulai terasa di dalam dada Kakashi.
㜟 ćœ± た 蚀 う ず お り だ, そ ろ そ ろ ă‚Ș ハ た づ が, 道 を 揗 け 継 ぐ ç•Ș ăȘ ん だ.Seperti kata Tsuchikage, secara bertahap akan tiba saatnya bagi kita untuk mewarisi.
ă‚« ă‚« ă‚· た äž­ で, æ±ș漚 的 ăȘ 怉 挖 が èšȘ れ た た は, こ た ず き だ っ た.Saat ini dalam diri Kakashi, pasti ada perubahan dalam hatinya.
ă‚Șレは憙èŒȘçœŒă‚’ć€±ăŁăŸă“ăšă‚’、ç«ćœ±ăšă„ă†ćœ°äœă‹ă‚‰é€ƒă’ă‚‹ćŁćźŸă«ă—ăŠă„ăŸă‚“ă˜ă‚ƒăȘいだろうか?Karena aku kehilangan Sharingan, kupikir aku memanfaatkan kondisi itu sebagai alasan untuk melarikan diri dari posisi Hokage, kan?
ご ず, そ ん ăȘ ご う に 思 っ た.Tiba-tiba, ia memikirkan itu lebih dalam lagi.
ç«ćœ±ă«ăȘるべいうこべは、漈るăčăè€…ăŸăĄăŒćą—ăˆă‚‹ăšă„ă†ă“ăšă 。ă€ăŸă‚Š、ă„ă€äœ•æ™‚、ă‚Șăƒ“ăƒˆă‚’ć€±ăŁăŸăšăăźă‚ˆă†ăȘæ‚Čしみにè„Čわれるか、戆からăȘい。ă‚Șハは、そんăȘæ‚Čă—ăżă‚’èƒŒèČ ă†èŠšæ‚Ÿă‚’、ăŸă æŒăŠăŠă„ăȘă„ăšæ€ă„èŸŒă‚“ă§ă„ăŸ。Kalau soal menjadi Hokage, jumlah orang yang harus kulindungi akan meningkat. Dengan kata lain, pada saat tertentu, aku takkan tahu kapan kesedihan akan menyerangku; (Kesedihan) yang mungkin mirip ketika aku kehilangan Obito. Aku mengundurkan diri karena beban dan penderitaan tersebut. Kesannya aku masih tidak dapat bertahan dari perasaan sedih ini.
里ぼä»Č間たちは、ă„ăŸ、こた瞏間にも、é»™ăŁăŠăŠăŸăŒă„ă‚’æ”ŻăˆăŠă„ă‚‹ăźă 。ăŸă‚‹ă§æœăŒæ„ăŸă‚‰çœŒăŒèŠšă‚ă‚‹ăżăŸă„ă«、ćœ“ăŸă‚Šć‰ăźéĄ”ă‚’ă—ăŠ。ăƒŠăƒ«ăƒˆ、綱手様、ă‚·ă‚«ăƒžăƒ«、いぼ、わむ、ăƒȘăƒŒ、テンテン、チョォゾ、ă‚”ă‚Żăƒ©、ゔむ、ヒナタ、ă‚·ă‚șネ、ă‚€ăƒ«ă‚«、ă‚·ăƒŽ、キバ …Rekan-rekanku dari desa, sampai saat ini, mereka diam-diam terus mendukung satu sama lain. Seolah pagi sudah dekat, dan mereka bangun bersama. Dengan sendirinya mereka saling mendukung. Naruto, Tsunade-sama, Shikamaru, Ino, Guy, Lee, Tenten, Chouji, Sakura, Sai, Hinata, Shizune, Iruka, Shino, Kiba…
… み ん ăȘ た 顔 が, æŹĄ 々 に ă‚« ă‚« ă‚· た 胞䞭 を よ ぎ っ た.…wajah Semua orang berturut-turut terlintas di benak Kakashi.
そ し お, そ ん ăȘ 朚 ノ 葉 隠 れ た 里 を, ä»Č 間 た づ を, 濃 か ら èȘ‡ り に 思 っ た.Dan, kepada teman-temanku tersebut dan desa Konohagakure, aku bangga dengan mereka dari dalam lubuk hatiku.
もしも、ă“ă„ă€ă‚‰ăŒă‚ȘăƒŹă‚’ćż…èŠăšă™ă‚‹ăȘら……ず、ă‚«ă‚«ă‚·ăŻæ€ăŁăŸ。ă‚ȘăƒŹăŻă“ă„ă€ă‚‰ăźæ‚Čしみを、みんăȘăŸăšă‚ăŠć‘‘ăżèŸŒă‚“ă§ă‚„ă‚ă†。そう、ćœ“ăŸă‚Šć‰ăźéĄ”ă§。そしど、こい぀らずいっしょに、æ‚Čă—ăżă«ăźăŸă†ăĄăŸă‚ăŁăŠă‚„ă‚ă†。Kakashi juga berpikir: Jika orang-orang membutuhkanku, aku bagai menelan semua kesedihan mereka yang mereka miliki. Ya,benar. Kemudian aku akan menggeliat dalam kesedihan dengan mereka, bersama-sama.
ç«ćœ± に ăȘ る ず い う た は, た ぶ ん, そ う い う こ ず ăȘ ん だ.Mungkin begitulah makna di balik posisi Hokage.


Bersambung ke Chapter 14...
199 halaman dari 224 halaman = 89% telah di terjemahkan~!

Bagikan ini ke :

Merupakan situs blog berbagi apapun yang berhubungan dengan Naruto

Posting Terkait

Previous
Next Post »